SENAYANPOST – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat Langkah besar dengan mengucurkan dana sebesar Rp200 triliun untuk putar roda ekoomi negeri.
Dana tersebut akan dipindahkan dari rekening Bank Indonesia ke bank komersial untuk menambah perputaran uang di Indonesia.
Langkah itu nantinya akan memberi ruang bagi sector swasta untuk meningkatkan pembelanjaan.
Kebijakan yang diambil dibahas oleh Alif, seorang konten kreator yang juga lulusan cumlaude dari ITB.
Alif menjabarkan bagaimana caranya uang sebanyak Rp200 triliun bisa menggerakkan roda ekonomi Indonesia.
Alif memberikan penjelasan dan gambaran tentang hal itu.
“Misal uang Rp200 triliun dimasukin ke bank A. Bank A wajib menyimpan 10 persen dari Rp200 triliun dan sisanya Rp180 triliun boleh dipinjamkan ke nasabah,” ujar Alif.
“Orang yang pinjam pasti akan menyimpan uangnya lagi ke bank, misal ke bank B,”
“Di bank B juga sama sistemnya, bank B harus simpan 10 persen dari Rp180 triliun dan sisanya Rp162 triliun boleh dipinjamkan,”
“Orang yang pinjam akan menyimpannya di bank C (dengan sistem yang sama),” jelasnya.
Pola tersebut akan berulang, yakni pola simpan dan pinjam.
Artikel Terkait
Kemenperin Turun Tangan Atasi Dampak Pembatasan Gas HGBT pada Industri Oleokimia di Bekasi
Danantara Indonesia dan GEM RRT Jalin Kerja Sama Pengembangan Hilirisasi Proyek Nikel
Seskab Teddy dan Sri Mulyani Ungkap Perintah Prabowo soal Ekonomi Indonesia saat Ratas Usai Demonstrasi Agustus 2025
Mencermati Capaian Kinerja LPS di Sepanjang Triwulan 1 2025 Semasa Kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa
5 Fakta Menarik Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Banting Stir di Akademis hingga Puncak Kiprahnya Jadi Menkeu era Prabowo