Menkeu Purbaya Soroti Warga RI Susah Cari Kerja, Nilai Penyebabnya Gegara Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 11 September 2025 | 18:01 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa komentar soal warga susah cari kerja, ungkap ada dana mengendap di BI sebesar Rp425 triliun. (Humas LPS)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa komentar soal warga susah cari kerja, ungkap ada dana mengendap di BI sebesar Rp425 triliun. (Humas LPS)

SENAYANPOST - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terdapat Rp425 triliun dana pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI).

Purbaya menilai, kondisi itu menjadi salah satu alasan masyarakat sulit cari kerja.

Hal ini disampaikan kepada Komisi XI DPR RI di Senayan.

"Ratusan triliun rupiah ini hasil pungutan pajak dan penerimaan negara lain, tapi hanya mengendap dan tidak bisa dipakai perbankan," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 10 September 2025.

Baca Juga: Sebut Ucapannya Terkait Tuntutan 17 Plus 8 Dipelintir, Menkeu Purbaya Minta Maaf dan Janji Perbaiki Komunikasi Publik

Ia menjelaskan, uang yang terlalu lama tertahan membuat sistem keuangan menjadi 'kering'.

Akibatnya, lanjut Purbaya, pertumbuhan ekonomi melambat dan kesempatan kerja semakin terbatas.

"Dalam 1-2 tahun terakhir orang susah cari kerja karena ada kesalahan kebijakan di situ, moneter dan fiskal," tegasnya.

Dalam mengatasi masalah tersebut, Purbaya menyatakan akan menarik Rp200 triliun dari dana yang mengendap di BI. Ia menambahkan, langkah ini sudah mendapatkan restu dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Arahan Presiden Prabowo Percepat Ekonomi Nasional, Salah Satunya Longgarkan Aturan Fiskal

Rencananya, uang itu akan ditempatkan di bank swasta. Dengan begitu, dana bisa berputar dan mendorong pertumbuhan kredit, membuka lapangan kerja, serta memacu perekonomian.

"Bank enggak akan mendiamkan uang itu, mereka pasti mencari return lebih tinggi. Dari situlah kredit bisa tumbuh," ujarnya.

Perihal itu, Purbaya menekankan langkah ini bukan sekadar menaruh dana di bank, tapi juga memaksa mekanisme pasar berjalan lebih aktif.

"Saya memaksa perbankan berpikir lebih keras supaya bisa bekerja dan mencari return," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X