Sebut Ucapannya Terkait Tuntutan 17 Plus 8 Dipelintir, Menkeu Purbaya Minta Maaf dan Janji Perbaiki Komunikasi Publik

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 September 2025 | 21:09 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa minta maaf usai ucapannya terkait tuntutan 17 plus 8 dipelintir belum lama ini. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan RI)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa minta maaf usai ucapannya terkait tuntutan 17 plus 8 dipelintir belum lama ini. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan RI)

SENAYANPOST - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya memperbaiki cara berkomunikasi dengan publik usai menuai sorotan terkait pernyataannya soal tuntutan 17 plus 8.

Dalam acara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa 9 September 2025, ia secara terbuka menyampaikan minta maaf.

"Waktu di LPS sih nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di Kemenkeu beda, salah ngomong langsung dipelintir di sana-sini," ujar Purbaya di hadapan wartawan pada 9 September 2025.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Banting Stir di Akademis hingga Puncak Kiprahnya Jadi Menkeu era Prabowo

"Jadi, kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf. Ke depan akan lebih baik lagi," lanjutnya.

Ia mengakui bahwa posisinya sebagai pejabat baru membuat dirinya masih harus menyesuaikan diri dengan sorotan publik yang lebih besar.

Purbaya juga meminta dukungan agar dapat fokus menjalankan tugas memperkuat kebijakan fiskal.

"Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Saya mohon doa, bimbingan, dan juga dukungan agar kebijakan fiskal kita bisa semakin baik dan ekonomi nasional tumbuh lebih kuat," tambahnya.

Baca Juga: Mencermati Capaian Kinerja LPS di Sepanjang Triwulan 1 2025 Semasa Kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Namun, pernyataan pertamanya tentang tuntutan 17 plus 8 langsung menuai reaksi karena dinilai tidak mewakili aspirasi seluruh masyarakat.

Kini, ia menegaskan akan berhati-hati dalam menyampaikan pandangan serta meminta waktu untuk membuktikan kinerjanya.

"Teman-teman media, tolong beri saya kesempatan untuk membuktikan dulu. Beberapa bulan ke depan baru silakan nilai," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X