Opini: Ekonomi Indonesia Sentris dan Keadilan Ekonomi

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Kamis, 30 November 2023 | 15:05 WIB
Amir Uskara  (Instagram/@amir.uskara)
Amir Uskara (Instagram/@amir.uskara)

Baca Juga: Diskusi Buku “Belajar Bahasa Ibrani bagi Penutur Bahasa Indonesia untuk Mempermudah Memahami Israel Modern dan Beblikal

Betul, perekonomian Sulawesi tumbuh 7 persen secara tahunan pada triwulan 1-2023, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan 1-2022 yang sebesar 5,52 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang keberadaan tambang nikel dan industri hilirisasinya. Tapi apakah rakyat merasakan benefit hilirisasi di atas?

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, persentase penduduk miskin di Sulawesi -- di mana tambang nikel berada -- justru naik, dari 10,02 persen pada Maret 2022 menjadi 10,08 persen pada Maret 2023.

Sedangkan Maluku dan Papua -- dua wilayah terdekat dengan pertambangan nikel -- merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia, yakni 19,68 persen Maret 2023.

Baca Juga: Sales Mission Bikin Perusahaan di Bulgaria Kepincut Perusahaan Pengolahan Daun Kelor dan Lada dari Indonesia

Provinsi-provinsi di atas adalah sentra penghasil dan pengolahan nikel. Ini artinya, hilirisasi belum berdampak terhadap pengurangan tingkat kemiskinan.

Memang sulit mengalihkan pusat perekonomian dari Pulau Jawa ke pulau-pulau lainnya, terutama yang berada di Indonesia Timur.

Pusat perekonomian Indonesia yang terletak di Pulau Jawa telah menjadi fenomena berabad-abad. Bahkan, fenomena ini sudah terbentuk sejak zaman kerajaan Nusantara dulu.

Salah satu alasan utama mengapa ekonomi Indonesia selalu terpusat di Pulau Jawa adalah, karena Pulau Jawa memiliki kondisi geografis yang sangat menguntungkan.

Baca Juga: EKSKLUSIF : Dubes Palestina Laporkan ke Menlu Palestina Terkait Bantuan Indonesia untuk Gaza

Pulau Jawa terkenal dengan banyaknya gunung berapi yang membuat tanahnya menjadi sangat subur. Tanah yang subur ini menjadi sumber makanan yang baik dan melimpah bagi penduduk Jawa.

Selain itu, garis pantai Pulau Jawa yang luas dan banyak sungai mempermudah transportasi barang dan orang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kondisi geografis yang menguntungkan inilah yang membuat Pulau Jawa mampu menopang penduduk besar dan membangun peradaban yang besar seperti Pajajaran, Majapahit, Demak, Singasari, Mataram, dan Kediri.

Selama masa penjajahan, Pulau Jawa juga menjadi jalur perdagangan internasional yang membuat Batavia menjadi pusat perdagangan teramai di tahun 1570.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X