KA Cepat dan Percepatan Ekonomi Nasional

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 3 Juli 2023 | 13:58 WIB
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)

Oleh Dr. H.M. Amir Uskara
Anggota DPR RI/ Ketua Fraksi PPP DPR RI

SENAYAN POST - Akhirnya pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) selesai juga.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sudah menguji coba KCJB tersebut dalam beberapa hari ini, mulai Juni sampai awal Juli ini, dan berjalan lancar.

Uji coba KCJB tersebut bahkan dilakukan pada kecepatan maksimal 350 km per jam, dilakukan pada 22 Juni lalu. Ini luar biasa. Ini KA cepat pertama di Asia Tenggara yang mampu melaju dengan kecepatan 350 km per jam.

Waktu tempuh dari Stasiun Halim, Jakarta ke Padalarang hanya 32 menit. Sedangkan ke stasiun akhir, Tegalluar Bandung Timur, 44 menit.

Baca Juga: KPU Rilis Jumlah Pemillih dan TPS dalam Pemilu 2024, Jawa Barat Peringkat Pertama

Dirut KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan, uji coba dengan dengan kecepatan 350 km perjam itu berjalan sesuai harapan. Ini membuktikan, persiapan operasi KCJB berada di jalur yang tepat.

KCJB akan dioperasikan untuk membawa penumpang awal Oktober 2023.

Dalam 3 bulan, sejak 18 Agustus, KCJB akan menggratiskan penumpangnya sampai Oktober.

Adapun harga tiket untuk kelas ekonomi, diperkirakan tak lebih dari Rp 300.000. Hanya selisih Rp50 ribu dari harga tiket KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Pengalaman Bule Australia Nonton Indonesia vs Argentina di Stadion GBK Senayan: Kalian Harus Perbaiki Ini

Pro-kontra pembangunan KCJB cukup ramai di media massa, baik cetak maupun digital.

Ada yang pesimis, ada yang optimis. Yang pesimis, mempertanyakan, kapan balik modal KCJB yang dibangun dengan dana 7,5 miliar dolar AS itu?

Dana 7,5 miliar dolar AS ini perhitungan setelah pembengkakan dari 6,071 miliar dolar. Atau membengkak 23,5 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X