Tidak sedikit yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang ambisius setelah beberapa kali kalah dalam Pilpres.
Baca Juga: Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa dan Hetty Hendropriyono Ziarah ke Makam Bung Hatta
Namun, sang Menhan tidak bergeming akan permasalahan tersebut.
"Kemudian persoalan negara, jadi saya merasa terpanggil, saya harus menyediakan diri, menawarkan diri untuk saya bisa memberi sumbangsih saya yang terbaik kepada bangsa dan negara," jelasnya.
Sebelumnya, Prabowo merupakan lawan politik dari Jokowi di Pemilu 2019.
Baca Juga: Rencana Dimas Triaji Setelah Pensiun Mengharumkan Nama Bangsa Indonesia Lewat Atlet Badminton Mini
Karena adanya kesamaan pemikiran, akhirnya Prabowo diundang sebagai salah satu pemimpin kementerian paling strategis di kabinet Jokowi.
Saat ini, Prabowo menjadi Menteri Pertahanan RI yang belum lama ini disorot karena pernyataannya di forum internasional terkait Perang Rusia Ukraina.
Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan bahwa harus dibuat zona demilitarisasi antara Rusia dan Ukraina agar keduanya bisa duduk di meja perundingan.
Baca Juga: Aldi Satya Mahendra Optimis Kembali Raih Podium di R3 bLU cRU European Championship
Meskipun gagasannya mengundang polemik, Prabowo Subianto optimis bahwa Indonesia akan tetap berperan dalam perdamaian Rusia dan Ukraina yang tampaknya semakin jauh dari kenyataan.***
Artikel Terkait
Senayan Berduka: Desmond Mahesa Meninggal Dunia, Prabowo Subianto Sampaikan Bela Sungkawa
PAN dan Golkar Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Habiburokhman: Cocok!
Bahas soal Perang Rusia Ukraina Bersama Jokowi, Prabowo Subianto Ungkap Beberapa Petunjuk dari Presiden
Tanggapan Waketum Gerindra Soal PAN dan Golkar Gabung Koalisi Dukung Prabowo di Pilpres 2024
Kompak! Hasil Survei Indikator dan Poltracking, Prabowo Subianto Di Posisi Puncak