Pemilu 2024: Ramai Wacana Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Pengamat TII Justru Bilang Begini

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Kamis, 1 Juni 2023 | 11:11 WIB
Pengamat dari TII menilai lain soal wacana sistem pemilu proporsional tertutup di Pemilu 2024 sebagaimana disampaikan oleh Denny Indrayana. (Instagram.com/@mahkamahkonstitusi)
Pengamat dari TII menilai lain soal wacana sistem pemilu proporsional tertutup di Pemilu 2024 sebagaimana disampaikan oleh Denny Indrayana. (Instagram.com/@mahkamahkonstitusi)

SENAYAN POST - Pengamat The Indonesian Institute Centre for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono berkomentar soal sistem pemilu proporsional tertutup di Pemilu 2024 yang diangkat oleh Denny Indrayana belum lama ini.

Arfianto Purbolaksono yang merupakan pengamat dari TII menilai ada opsi lain terkait sistem pemilu proporsional tertutup yang kabarnya akan diputuskan Mahkamah Konstitusi jelang Pemilu 2024.

Sebagaimana diketahui, Denny Indrayana mendapat informasi mengenai adanya kemungkinan Pemilu 2024 yang kembali ke sistem pemilu proporsional tertutup.

Baca Juga: Argentina Tersingkir, 6 Tim Memastikan Lolos ke Babak Perempat Final Piala Dunia U-20 2023

Namun, Arfianto menilai bahwa sistem pemilu proporsional terbuka masih bisa dilanjutkan untuk pemilu mendatang.

"Sistem proporsional terbuka masih merupakan sistem yang baik untuk digunakan pada Pemilu 2024," kata Arfianto Purbolaksono pada 31 Mei 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Arfianto menambahkan bahwa sistem pemilu proporsional terbuka ini masih memiliki banyak kekurangan.

Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1085 Beri Petunjuk Soal Kekuatan Buah Iblis Gorosei!

Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dari partai politik dalam menjalankan peran dan fungsinya.

Manajer riset dan program TII itu menilai perbaikan bisa dimulai dari proses rekrutmen politik.

Rekrutmen politik ini biasanya ada di tangan elite partai tingkat pusat.

Baca Juga: China Tuding Amerika Serikat Lakukan 'Provokasi' Usai Pesawat Pengintai Melintas di Laut China Selatan

Dengan merekrut orang-orang terbaik, partai politik setidaknya terhindar dari kader 'karbitan' yang hanya disiapkan jelang pemilu.

"Para elite di sekitar orang-orang kuat biasanya menjadi pintu masuk kandidat untuk mencari rekomendasi partai," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X