"Memang Pak Jokowi meninggalkan Pak Prabowo? Jangan di-framing, jangan diadu domba," terang Budi.
"Pak Prabowo dan Pak Jokowi ini adalah pemimpin-pemimpin bangsa, satu presiden ke-7, satu presiden ke-8, gitu loh," sambungnya.
Mengaku Setia ke Prabowo-Gibran
Sebelumnya, Budi Arie juga menegaskan arah politiknya selaras dengan semangat pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Jokowi soal Polemik Ijazah Gibran: Permasalahan Tahunan hingga Tuding Ada Pihak yang Jadi Dalang
Dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 November 2025, Budi menyatakan komitmennya memperkuat agenda politik pemerintah.
"Ya secepatnya (gabung Gerindra)," jelas Budi.
Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap stabilitas dan kesinambungan kepemimpinan nasional.
"Kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo," tegasnya di sela-sela kongres.
Ketika ditanya apakah pilihannya sudah final, Budi tak menampik arah politiknya yang kini berlabuh ke Gerindra.
Baca Juga: Jokowi Dukung Pembahasan RUU Perampasan Aset, Ungkap Pemerintahannya Pernah 3 Kali Desak DPR
"Betul. Iya lah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di Kongres ketiga ini," ujar eks Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih itu.
Terkait hal itu, rencana bergabungnya Budi Arie ke Gerindra sebenarnya sudah terendus sebagian publik sejak Juli 2025 lalu.
Sinyal Awal dari Panggung PSI
Dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, pada 20 Juli 2025 lalu, Presiden Prabowo sempat melontarkan candaan yang kini terbukti bernada serius.
Artikel Terkait
Budi Arie Kena Reshuffle, Jokowi Sebut Bakal Temui Ketum Relawan Projo dalam Waktu Dekat
Jokowi Dukung Pembahasan RUU Perampasan Aset, Ungkap Pemerintahannya Pernah 3 Kali Desak DPR
Jokowi soal Polemik Ijazah Gibran: Permasalahan Tahunan hingga Tuding Ada Pihak yang Jadi Dalang
Wariskan Whoosh dengan Lilitan Utang Ratusan Triliun, Jokowi: Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba
Jokowi Contoh Mantan Pejabat yang Terus Dikulik soal Kepemimpinannya, Pengamat Sebut Sebagai Fenomena ‘Jokowisasi’