Curhat Budi Arie ke Anggota Projo: Gabung ke Gerindra Bukan Berarti Tinggalkan Jokowi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 3 November 2025 | 20:07 WIB
Ketua Projo Budi Arie Setiadi ungkap rencana gabung dengan Partai Gerindra dan sebut tidak akan tinggalkan Jokowi. (Instagram.com@budiariesetiadi)
Ketua Projo Budi Arie Setiadi ungkap rencana gabung dengan Partai Gerindra dan sebut tidak akan tinggalkan Jokowi. (Instagram.com@budiariesetiadi)

SENAYANPOST - Gelombang baru pergerakan politik muncul dari tubuh organisasi Projo setelah Ketua Umum (Ketum), Budi Arie Setiadi menyatakan niat bergabung dengan Partai Gerindra.

Budi menyampaikan hal itu tak lama setelah kembali terpilih memimpin organisasi pendukung Presiden Joko Widodo untuk periode 2025-2030.

Dalam Rapat Kerja Nasional Projo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 November 2025, Budi menyampaikan langsung keputusan itu di hadapan para anggota dan pengurus organisasi.

"Saya meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk saya bergabung ke Partai Gerindra," ungkap Budi.

Baca Juga: Jokowi Contoh Mantan Pejabat yang Terus Dikulik soal Kepemimpinannya, Pengamat Sebut Sebagai Fenomena ‘Jokowisasi’

Budi menegaskan dirinya belum resmi menjadi kader Gerindra. Ia masih menunggu keputusan dari partai yang kini dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Kan saya baru minta izin. Diizinkan enggak sama yang bergabung ke Partai Gerindra? Kan kita belum bergabung. Saya baru mau masuk," imbuhnya.

Keputusan Budi untuk mendekat ke Gerindra itu tampaknya mendapat restu penuh dari internal Projo. Berikut ulasannya.

Langkah Politik yang Diserahkan ke Budi Arie

Dalam kesempatan yang sama, Budi mengatakan para anggota organisasi telah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepadanya.

"Ya, menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk mengambil langkah-langkah untuk bergabung dalam Partai Gerindra," tutur Budi.

Baca Juga: Wariskan Whoosh dengan Lilitan Utang Ratusan Triliun, Jokowi: Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba

Dalam pernyataannya, Budi menegaskan bahwa keputusannya tidak dimaknai sebagai sikap meninggalkan Jokowi.

Di sisi lain, Ketum Projo itu menolak anggapan bahwa langkah politik itu menjadi bentuk pergeseran loyalitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X