Sesuatu yang tidak legitimate, maka semua produk turunannya juga tidak legitimate.
Baca Juga: AM Hendropriyono Perkirakan Zaken Kabinet Pilihan Tepat untuk Pemerintahan Prabowo - Gibran
Semua produk berikutnya, niscaya tidak sah termasuk dua SK Menkumham tersebut.
Pada titik ini Yusril Ihza Mahendra, adalah Causa Proxima atau penyebab terdekat atas terjadinya semua kekisruhan di atas.
Berkaitan dengan itu, Tim Penyelamat Partai Bulan Bintang, melalui kuasa hukumnya TM Luthfi Yazid lpptelah melakukan upaya Keberatan Administratif, kepada Menkumham RI yang meminta 2 SK Menkumham tersebut secara hukum dibatalkan, dicabut.
Jika permohonan tidak dikabulkan, maka sedang dipersiapkan juga gugatan tata usaha negara, dan upaya hukum lainnya yang dibenarkan.
Baca Juga: Perkuat Moderasi Berkemajuan, Al Azhar Berikan Beasiswa untuk Santri Muhammadiyah
Kita sangat menyayangkan langkah kontra produktif Yusril. Padahal Yusril dikenal dengan kepakaran dan kepinterannya.
Dalam kehidupan bermasyarakat dan berpolitik, ternyata kepinteran saja tidaklah cukup.
Dari awal sebenarnya orang banyak berharap, Yusril benar-benar menjadi “ideolog Masyumi”.
Menjadi “Natsir Muda”. Tapi rupanya salah! Yusril bukanlah M. Natsir, mantan Perdana Menteri yang dikenal dengan kesederhanaannya dan komitmennya terhadap perjuangan ummat dan negeri ini.
Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Painful, June iKON feat BOBBY iKON, Sedih Banget!
Melalui M Natsir lahir Mosi Integral sehingga NKRI tetap utuh. Ternyata Yusril hanyalah seorang “pengaggum” M Natsir. Yusril bukan seorang ideolog.
Yusril hanyalah penulis tentang Masyumi dan penulis tentang M. Natsir. Ia tidak lebih layaknya seperti seorang wartawan.
Pertanyaannya, apakah PBB dapat diselamatkan, sebagai penerus cita-cita Masyumi? Apakah harapan banyak tokoh dan pendiri PBB yang sebagian sudah tiada yang menggantungkan perjuangan aspirasi ummat kepada Yusril akan menjadi kenyataan? Semoga Yusril menyadari semua sepak terjangnya yang "kontroversial" dan "ilegal" itu.***
Artikel Terkait
Unpad Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Politik Uang dan Intimidasi Jelang Pencoblosan Pemilu 2024
Media AS Klaim Gencatan Senjata Tertunda Gegara Konflik Internal Hamas, Begini Kata Pengamat Politik Israel
Survei Elektabilitas Indikator Politik Indonesia, Pemilu 2024 Bisa Jadi Satu Putaran Saja
Opini: Yusril Ihza Mahendra, Sang Maha Guru untuk Jabatan
Dalil AMIN Jokowi Cawe Cawe Politik di Pilpres 2024 Ditolak, MK: Tidak Beralasan Menurut Hukum
Jualan Agama dalam Konflik Politik Internal Israel