SENAYANPOST - Media Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengklaim bahwa ada konflik internal dalam Hamas sehingga upaya gencatan senjata antara Israel dan Palestina itu tertunda.
Sebelumnya tersebar kabar bahwa upaya gencatan senjata dan pertukaran tawanan itu 'terhambat' karena adanya perselisihan antara Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar.
Namun, sumber keamanan Israel juga mengonfirmasi bahwa belum ada informasi lebih lanjut mengenai perselisihan dalam gerakan Hamas yang mempengaruhi negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tawanan.
Pengamat politik Israel, Yaron Abraham mengatakan bahwa negaranya masih menunggu posisi resmi Hamas terkait rencana yang dirumuskan pada pertemuan di Paris.
Baca Juga: Empat Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina Kena Sanksi AS, Ini Tanggapan Netanyahu
"Saat itu, ada pemahaman bahwa proses tersebut akan dilakukan pada akhir minggu ini. Namun, jadwalnya bergeser, sehingga pertemuan yang diantisipasi di Kairo ditunda," kata Yaron Abraham pada 4 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Kemungkinan besar, Israel akan menerima tanggapan Hamas dalam beberapa hari ke depan.
Terbaru, Hamas dan faksi Perlawanan lainnya masih mempelajari proposal Israel.
Mereka menegaskan gencatan senjata penuh di Gaza untuk melakukan pertukaran tawanan.
Diketahui, ada 136 warga Israel yang menjadi tawanan Hamas.
"Oleh karena itu, di Israel, mereka mengantisipasi menerima tanggapan akhir besok atau mungkin lusa, yang mengindikasikan kemungkinan untuk melakukan negosiasi. Namun, hal ini tidak berarti kesepakatan telah selesai," lanjutnya.
"Akankah Israel menerima sinyal ini dari Hamas?" imbuhnya.
Tidak sedikit media yang mengklaim bahwa Hamas belum memberikan jawaban karena adanya konflik internal.
Artikel Terkait
Netanyahu Ogah Bebaskan Ribuan Warga Palestina atau Tarik Tentara IDF dari Gaza
Kelompok Perlawanan Palestina Tegaskan Belum Ada Gencatan Senjata di Gaza
Empat Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina Kena Sanksi AS, Ini Tanggapan Netanyahu
120 Hari Perang, Hamas dan Jihad Islam Palestina Bahas Operasi Badai Al Aqsa
110 Jam Berlalu, Nasib Anak 5 Tahun dan 2 Paramedis Bulan Sabit Merah Palestina Masih Belum Diketahui