Oleh: Imam Anshori Saleh
SENAYANPOST - Dunia politik Indonesia heboh, tiba-tiba Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dijodohkan. Ibarat sebuah perkawinan, tidak ada proses pacaran, dan tidak didahului proses taaruf.
Mungkin bisa disebut "kawin paksa", mak comblang sekaligus penghulunya ya Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem.
Bagi yang memahami Surya Paloh, menjodohkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bukan hal yang mengejutkan, Surya Paloh terbiasa dengan "langkah-langkah kuda" seperti ini.
Surya Paloh yang sejak awal menyorongkan Anies Baswedan menjadi calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), tidak ingin melihat Anies Baswedan terus berada di juru kunci hampir semua survei, tentang elektabilitas calon presiden dalam Pemilihan Umum 2024, yang berada di peringkat atas di hampir semua survei selalu Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
Surya Paloh tidak ingin posisi Anies Baswedan semakin terpuruk, mimpi Surya Paloh adalah membalikkan keadaan. Anies Baswedan berada di atas dua capres yang ada, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Langkah yang dilakukannya tidak mungkin hanya secara konvensional, cara biasa-biasa saja, untuk menaikkan elaktibilitas Anies. Tak satu provinsi pun di Jawa yang dimenangkan Anies Baswedan, padahal Jawa adalah kunci kemenangan Pemilu.
Sementara Muhaimin Iskandar dilihat Surya Paloh mempunyai potensi sebagai pemimpin partai terbesar di Jawa Timur, hasil dua kali Pemilu (2014 dan 2019) PKB selalu menjadi pemenang pertama.
Maka seperti ungkapan Melayu, "tiba masa tiba akal," dengan menggandengkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, sim salabim, elektabilitas pasangan baru ini diharapkan akan mampu bersaing dengan capres Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Anies Baswedan Resmi Gandeng Cak Imin Jadi Cawapres, SBY Akui Kecewa soal Ini
Anies Baswedan tak mampu menolak kehendak Surya Paloh, dia sadar keberadaannya hanya "nunut" di Partai Nasdemnya Surya Paloh.
Sedangkan Muhaimin Iskandar seakan mendapat durian runtuh (ini tidak ada hubungannya dengan kasus kardus durian), ketika nasibnya seakan digantung Prabowo Subianro di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), merasa nyaman ditawari posisi cawapres yang selama ini dikejarnya, maka pinangan Paloh pun diterimanya dengan suka cita.
Asyik dengan mimpinya, Surya Paloh, Anies dan Muhaimin Iskandar, tak peduli ada pihak-pihak yang merasa dikhianati, yang paling sakit hati dengan langkah "kawin paksa" ini tentu saja Partai Demokrat, bil khusus ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Artikel Terkait
Prabowo Subianto dan Cak Imin Punya Kans Maju di Pemilu 2024, Ini Penjelasan Pengamat Politik
Surya Paloh Ragu Anies Baswedan di Posisi Ketiga, Klaim Hasil Survei Internal Lebih Akurat
PKB Sebut Pemegang Kunci Cawapres Prabowo di Pilpres 2024 Hanya Dua Ketum Partai: Cak Imin Salah Satunya
Prabowo 'Ditinggal' Muhaimin Iskandar Usai Deklarasi Cawapres Anies Baswedan: Rakyat Tidak Bodoh
Anies Baswedan Resmi Gandeng Cak Imin Jadi Cawapres, SBY Akui Kecewa soal Ini
Elektabilitas Anies Baswedan di Belakang Ganjar Pranowo dan Prabowo, Capres Partai Nasdem Justru Bilang Ini
Kasus Dugaan Korupsi Seret Mentan Syahrul Yasin Limpo, Surya Paloh Jawab Isu Politisasi Hukum