Di antaranya adalah Tajikistan, Turkmenistan, Rusia, Qatar, China, dan Suriah.
Baca Juga: Viral di Medsos, Presiden Mesir Menangis di Makam Nabi Muhammad SAW
Presiden Iran itu juga menerima kunjungan dari negara lain seperti Suriah, Venezuela, Turkmenistan, Tajikistan, Kazakhstan, Turki, Irak, Armenia, dan Belarusia.
Terkait kebijakan luar negeri, Presiden Raisi menempuh pendekatan baru dengan slogan diplomasi 'Seimbang, Cerdas, dan Dinamis'.
Ini artinya Iran menjalankan politik luar negeri dengan tujuan membina dan memperluas hubungan persahabatan dan persaudaraan dengan seluruh negara di dunia.
Dalam perjalanannya, Indonesia adalah tujuan negara selanjutnya dan sudah dipersiapkan sejak setahun lalu.
Rencananya, dalam kunjungan kenegaraan itu, Presiden Raisi dan Presiden Jokowi akan bertukar pandangan dan ada pembicaraan antara delegasi tingkat tinggi kedua negara.
Dokumen kerjasama di berbagai sektor antara lain energi, farmasi dan kesehatan, makanan, kepabeanan, fasilitas perdagangan bilateral, IPTEK, budaya, dan lain-lain akan ditandatangani.
Baca Juga: Apa Itu FOMO? Simak 5 Tips Ampuh untuk Mengatasinya
Selama di Indonesia, Presiden Raisi juga akan bertemu dengan Ketua DPR RI dan MPR RI.
Selain itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi juga akan bertemu dengan cendekiawan, pemikir, dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha di Indonesia.***
Artikel Terkait
Menlu Iran Menelpon Menlu Arab Saudi
Iran Ingatkan Hari Internasional Al-Quds Jadi Momentum Dukung Pembebasa Palestina
Pulihnya Hubungan Iran dan Arab Saudi, Bisa Amankan Kawasan Timur Tengah
Raja Salman dan Presiden Iran Saling Undang
G7 Summit: Jokowi Temui Presiden Volodymyr Zelenskyy, Bahas soal Perang Ukraina hingga Masalah Pangan