Sidang isbat berlangsung pada Kamis sore mulai pukul 17.00 WIB.
Baca Juga: Opini: Mengapa di Mesir Tidak Ada Polemik Hisab-Rukyah dan Perbedaan Hari Raya?
Mengenai Hari Raya Idul Fitri yang berbeda, Kemenag berharap tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Helmi, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat (Sumbar).
Menurutnya, kedua metode yang digunakan Muhammadiyah dan Pemerintah memiliki dasar yang kuat.
Baca Juga: Arab Saudi Putuskan Idul Fitri Jumat Besok
"Antara hisab dan rukyat tidak perlu kita perdebatkan, apalagi saling mencari kelemahan kedua metode tersebut," kata Helmi ketika ditemui di kantornya sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Helmi menambahkan bahwa penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal merupakan perintah dalam ajaran Islam.
Jika ada perbedaan dalam penetapan keduanya, maka hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu diperdebatkan.
Baca Juga: Selama Jadi Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll Ungkap Hal yang Menjengkelkan dan Menyenangkan
Menurutnya, yang paling penting adalah mengedepankan dan menjaga ukhuwah islamiyah.
Sebagaimana diketahui, nilai toleransi di Sumbar sempat menyentuh angka 63, di mana angka tersebut termasuk pada zona merah.
Kini, sudah meningkat menjadi 76 yang merupakan zona hijau.
Baca Juga: Habib Rizieq Bicara Soal Hari Raya Idul Fitri: Kalau Hari Raya Jumat, Solat Id Sabtu ikut Pemerintah
Pihaknya berharap perbedaan 1 Syawal 1444 H tidak menurunkan angka toleransi tersebut.
Artikel Terkait
Kapan Awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ini Penjelasan dari BRIN
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Ini Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Lokal, dan Aglomerasi
Kapolri Bakal Buka Program Mudik Gratis Lebaran 2023 Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H
15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Bisa Dibagikan pada Teman, Keluarga, dan Rekan Kerja
Habib Rizieq Bicara Soal Hari Raya Idul Fitri: Kalau Hari Raya Jumat, Solat Id Sabtu ikut Pemerintah