Dino Patti Djalal Sorot Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza Rancangan AS, Singgung soal Fee Rp17 Triliun

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:02 WIB
Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal sorot upaya Indonesia menjadi anggota Board of Peace for Gaza yang diusulkan AS. (Instagram.com/@dinopattidjalal)
Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal sorot upaya Indonesia menjadi anggota Board of Peace for Gaza yang diusulkan AS. (Instagram.com/@dinopattidjalal)

SENAYANPOST - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal menyoroti langkah Indonesia yang menjadi anggota dari Board of Peace for Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Setidaknya ada sembilan poin yang disampaikan Dino dalam cuitan terbarunya terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina.

Lebih lanjut, ia juga menunggu penjelasan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta soal ini, terlebih ditunjuk sebagai Wamenlu untuk urusan Timur Tengah.

"Sebagai negosiator Indonesia untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono perlu memberikan penjelasan lebih mendalam," tulis Dino Patti Djalal pada 23 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @dinopattidjalal.

Dino menyorot soal hak dan kewajiban anggota dalam Dewan Perdamaian tersebut.

Baca Juga: Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini

"Pertama, apa hak dan kewajiban Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian dan apakah prinsip kesetaraan dijamin?" tanyanya.

Selanjutnya, Dino juga mempertanyakan apakah upaya ini menjamin tidak akan menjadi proyek real estate Donald Trump di Gaza yang bisa mengenyampingkan hak-hak rakyat Palestina.

"Apa jaminan bahwa proses ini tidak akan menjadi proyek real estate Trump atau internasional di Gaza yang akan kesampingkan hak rakyat Palestina, dan bagaimana mencegah agar Dewan steril dari kepentingan bisnis aktor-aktor luar (yang sebenarnya tidak peduli dengan Palestina) yang akan jadikan Palestina sebagai obyek bukan tuan rumah di Gaza," lanjutnya.

Dino juga nampaknya sangsi jika pembentukan Dewan Perdamaian ini akan berujung solusi dua negara antara Palestina dan Israel yang terhambat puluhan tahun lamanya.

Baca Juga: Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026

"Bagaimana kalau ada perbedaan pendapat diantara anggota Dewan, apa mekanisme penyelesaiannya dan bagaimana agar anggota Dewan tidak diposisikan sebagai 'anak buah' Trump yang dikenal sering berpikiran tidak lazim," ungkapnya.

Eks Wamenlu itu juga mempertanyakan soal perwakilan Palestina dalam Dewan tersebut.

Ia juga menyoroti bagaimana Israel yang terus-menerus melakukan pelanggaran gencatan senjata hingga kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X