Dino Patti Djalal soal Penculikan dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Kita Masuki Tatanan Dunia yang Berbahaya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 4 Januari 2026 | 19:09 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengomentari insiden penculikan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (X.com/@anwaribrahim)
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengomentari insiden penculikan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (X.com/@anwaribrahim)

SENAYANPOST - Mantan Wakil Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal mengomentari penculikan dan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro bersama istri baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini Amerika Serikat (AS) melancarkan invasi militer ke negara Amerika Latin tersebut disusul dengan penangkapan Maduro dan istri.

Saat ini, Maduro sudah tiba di Kota New York untuk diperiksa oleh DEA yang merupakan badan penegak hukum federal AS di bawah Departemen Kehakiman yang bertugas memerangi perdagangan dan distribusi narkoba ilegal di AS.

Baca Juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap AS, Tiba di New York dengan Tangan Terborgol

"Invasi militer dan penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah gantikan hukum internasional. Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi 'semau gue' terhadap negara lain," tulis Dino Patti Djalal pada 3 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com.

Menurutnya, saat ini dunia memasuki tatanan dunia yang cukup berbahaya dan menyoroti sikap pemerintah Indonesia yang saat ini menjalani politik luar negeri bebas aktif.

"Ini pertanda kita memasuki tatanan dunia yang berbahaya. Bagaimana sikap Dewan Keamanan PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ujian bagi politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip," lanjutnya.

Di cuitan terbarunya, Dino juga menyoroti soal rencana AS yang akan membangun Venezuela dengan fokus pada sektor minyak.

Baca Juga: 7 Warga Iran Tewas Akibat Demonstrasi, Donald Trump Sebut 'Siap Serang'

Kemudian menyoroti kemungkinan motif AS dalam operasi perubahan rezim di Amerika Latin ini.

Sebelumnya santer bahwa motif AS adalah terkait penggulingan Maduro ini adalah perdagangan ilegal narkoba dan demokrasi.

"Menurut CSIS di Washington DC, Trump menyatakan ke depan AS akan ikut membangun Venezuela dengan fokus pada sektor minyak. CSIS adalah think tank paling terkemuka di AS. Jelaslah, motivasi utama operasi perubahan rezim Trump terhadap Presiden Maduro adalah untuk keamanan energi AS, bukan faktor lain seperti demokrasi dan narkoba," ungkapnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @dinopattidjalal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X