Kemudian Dino juga menyinggung soal fee Rp17 triliun untuk menjadi anggota permanen.
"Kenapa perlu ada fee fantastis Rp17 triliun untuk jadi anggota permanen Dewan Perdamaian, sehingga terkesan sangat transaksional dan elitis. Apakah Indonesia akan membayar? Menurut saya, jangan," jelasnya.
Baca Juga: Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha Yakin DIMDEX Perkuat Diplomasi Militer Indonesia di Kancah Global
Sebagaimana diketahui, pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza ini bisa dibilang kontroversial seakan-akan PBB tidak menjalankan mandatnya.
Tidak sedikit negara-negara yang memilih untuk menyelesaikan konflik dan genosida ini di meja PBB.
Terakhir, Dino menggarisbawahi soal hal-hal yang perlu diperhatikan Indonesia terkait keikutsertaannya dalam Dewan Perdamaian ini.
Juga, Dino menanti penjelasan Wamenlu Anis Matta terkait keikutsertaan Indonesia dalam badan ini.
"Rakyat Indonesia butuh, dan berhak, mendapat penjelasan yang gamblang mengenai ini. Wamenlu Anis Matta, yang bertugas tangani dunia Islam dan Timur Tengah, juga perlu tampil. Ditunggu penjelasan Menlu Sugiono lebih lanjut terhadap butir-butir pertanyaan di atas," tutupnya.***
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal soal Penculikan dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Kita Masuki Tatanan Dunia yang Berbahaya
Dino Patti Djalal Heran, Sorot Pernyataan Kemlu RI soal Invasi AS dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha Yakin DIMDEX Perkuat Diplomasi Militer Indonesia di Kancah Global
Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026
Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini