Noe menjelaskan, dewan pertahanan negara itu tidak semata urusan senjata dan perang fisik.
Tokoh publik itu bahkan menyebut, ancaman terhadap negara juga datang dari perang non-militer seperti disinformasi, dan runtuhnya kepercayaan publik.
Di samping itu, terdapat pula perpecahan sosial hingga melahirkan 'perang kognitif' yang dinilai berhubungan dengan cara berpikir masyarakat.
"Perang kognitif itu gimana sih? Perang kognitif itu berhubungan dengan yang kamu pakai sehari-hari, itu bisa menghancurkan negara," tutur Noe.
"Contohnya seperti kita sekarang ini menurutmu baik-baik saja? Kita terpecah belah satu sama lain, susah banget kok percaya satu sama lain," sambungnya.
Terkait hal tersebut, Noe menyoroti negara perlu memberikan perhatian khusus terhadap ancaman perang kognitif di kalangan masyarakat.
"Kita tidak punya parameter, bagaimana kita bisa mempercayai satu sama lain. Inilah kenapa eksperimen ini harus dilakukan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Cerita Siswi SRMP 19 Kupang Sempat Hidup Penuh Keterbatasan, Kini Lebih Terang dan Penuh Harapan
Viral Seorang Ayah Menangis Sambil Gendong Anak, Datangi Posko Kesehatan Dusun Lhok Pungki Aceh untuk Minta Obat
Ikut Misi Memasak di Aceh Tamiang, Chef Togap MCI Bagikan Momen Bahagia Bantu Korban Banjir Lewat Makanan
Warga Aceh Masih Berjibaku dengan Lumpur Bekas Banjir, Mendagri Tito Target Kebut Pembersihan Sebelum Ramadan
Aksi Truk Wingbox Kawal Mobil Panther Melaju Tanpa Kendali di Tol Jakarta Cikampek Tuai Pujian Warganet