Noe Letto Buka Suara Setelah Jabat Posisi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Bantah soal Keberpihakan Politik

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 22 Januari 2026 | 16:07 WIB
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto belum lama ini dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. (Tangkapan layar YouTube Sabrang MDP Official)
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto belum lama ini dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. (Tangkapan layar YouTube Sabrang MDP Official)

SENAYANPOST - Sebagian publik Tanah Air, tengah ramai menyoroti tokoh publik sekaligus artis, Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto yang resmi dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pada Kamis, 15 Januari 2026. Termasuk di dalamnya ialah Noe Letto.

Kini, sebagian kalangan menilai, pelantikan Noe menjadi Tenaga Ahli DPN disebut-sebut dipertimbangkan dari kompetensi dan jejak keahliannya.

Melalui unggahan YouTube pribadinya, Sabrang MDP Official, pada Kamis, 22 Januari 2026, Noe Letto menegaskan posisinya bukan pembuat kebijakan, melainkan pemberi masukan dan rekomendasi kepada negara.

Baca Juga: Aksi Truk Wingbox Kawal Mobil Panther Melaju Tanpa Kendali di Tol Jakarta Cikampek Tuai Pujian Warganet

"Tenaga Ahli itu enggak buat peraturan. Tenaga Ahli itu memberi masukan kepada pemerintah," kata Noe.

"(Hal itu) terhadap situasi, risiko, dan rekomendasi. Jadi ini sebagai indra mata, akal, telinga, apa sih yang terjadi? Harusnya gimana sih untuk bisa memperbaiki situasi?" tambahnya.

Akui Banyak Keresahan dan Kritik Publik

Atas pelantikannya menjadi Tenaga Ahli DPN, Noe menuturkan, sebenarnya pemberian masukan kepada negara sudah ia lakukan sejak lama melalui berbagai ruang dialog publik.

Bedanya, Noe menerangkan, kali ini peran tersebut dijalankan dalam kerangka kelembagaan.

Baca Juga: Barak Petugas Haji Adalah Madrasah Kemanusiaan Tanpa Papan Nama

Putra budayawan, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun itu menilai, penyesuaian simbolik seperti memakai peci dan dasi hanyalah bagian dari eksperimen yang sedang dijalani.

Di sisi lain, Noe mengakui banyaknya keresahan dan kritik publik atas penunjukan dirinya terkait pelantikan tersebut.

"Tapi pertama saya pengen meng-address untuk teman-teman Maiyah," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Sabrang MDP Official

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X