Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Gus Yahya Sebut Siap untuk Islah Demi PBNU

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 8 Desember 2025 | 10:07 WIB
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan dirinya terbuka untuk islah di tengah polemik yang berlangsung usai kunjungan ke Pesantren Tebuireng. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan dirinya terbuka untuk islah di tengah polemik yang berlangsung usai kunjungan ke Pesantren Tebuireng. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)

SENAYANPOST - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyatakan dirinya terbuka untuk islah.

Hal ini disampaikan usai menghadiri silaturahim PBNU sesi kedua di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini merasa terharu dipanggil oleh Pesantren Tebuireng di tengah isu pencopotannya sebagai ketum PBNU.

"Saya sangat berterima kasih bahwa beliau-beliau berkenan untuk memanggil saya. Saya sangat terharu bahwa para sesepuh kita masih begitu peduli kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama ini," kata Gus Yahya pada 7 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Arah Gerak NU Dipertanyakan, Mahfud MD Nilai PBNU Kini Berubah Layaknya ‘PTNU’

Dalam forum silaturahmi itu, Gus Yahya mengakui mendapat kesempatan untuk menjelaskan secara lengkap berbagai persoalan organisasi yang selama ini ditujukan kepadanya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan klarifikasi yang sebelumnya disampaikan melalui utusan Rais Aam telah ia jawab secara tuntas.

Penjelasan tersebut juga turut dilengkapinya dengan dokumen dari Bendahara Umum PBNU Sumantri Suwarno serta Sekjen Amin Said Husni.

"Semuanya telah saya jawab dengan tuntas, dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU... serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni," terangnya.

Baca Juga: Aktivis Muda NU Tegaskan Konflik PBNU Sudah Tidak Bisa Jam’u, Kini Saatnya Tarjih

Ia juga meminta pertimbangan terkait masa depan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia ini.

"Mohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini upaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan," kata dia.

Gus Yahya menekankan bahwa sejak awal NU didirikan dengan aturan dan struktur yang ketat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X