Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Gus Yahya Sebut Siap untuk Islah Demi PBNU

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 8 Desember 2025 | 10:07 WIB
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan dirinya terbuka untuk islah di tengah polemik yang berlangsung usai kunjungan ke Pesantren Tebuireng. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan dirinya terbuka untuk islah di tengah polemik yang berlangsung usai kunjungan ke Pesantren Tebuireng. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)

Bahkan Rais Akbar Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, juga tetap dibatasi wewenangnya oleh anggaran dasar.

"Maka mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun," kata dia.

Baca Juga: Rais Aam Miftachul Akhyar Umumkan PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta Usai Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketum

Dalam kesempatan itu pula, Gus Yahya menilai rapat harian syuriyah sudah bermasalah sejak awal.

"Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan harian syuriyah itu sangat bermasalah, membuat keputusan di luar wewenangnya. Jadi ini bermasalah. Semua ikutannya dari keputusan ini bermasalah semua," ujarnya.

Ia juga mengkritisi rencana Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 yang disebut mendasarkan diri pada keputusan bermasalah itu.

"Kalau itu didasarkan pada rapat harian syuriyah tanggal 20 November 2025, itu berarti mendasarkan diri pada keputusan yang bermasalah. Pengambilalihan jabatan ketua umum untuk dirangkap oleh Rais Aam sangat-sangat bermasalah," ujarnya.

Gus Yahya pun menambahkan bahwa dirinya akan terus berkomunikasi dengan para kiai sepuh serta PWNU dan PCNU seluruh Indonesia untuk mencari penyelesaian terbaik.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X