Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membagikan rekaman suara Jokowi yang berisi intimidasi.
Baca Juga: Awal Mula 'Peringatan Darurat' Viral di Media Sosial hingga Demonstrasi di Senayan
Dalam rekaman tersebut, Jokowi akan menghubungi para penegak hukum jika tidak sejalan dengan pemerintahannya.
Namun, Istana menanggapi bahwa itu adalah potongan pidato Jokowi saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di SICC Sentul tanggal 13 November 2019.
Istana juga membantah Jokowi akan menggunakan penegak hukum untuk melakukan intimidasi.
Dalam kesempatan itu, Bahlil mengimbau kepada kadernya untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik pada Oktober mendatang.
Baca Juga: Dua Macam Pembenci Mantan Teroris, Salah Satunya Paling Berbahaya
Partai Golkar juga salah satu pengusung pasangan Prabowo - Gibran yang akhirnya menang Pilpres 2024.
Bahlil yang saat ini ditunjuk sebagai Menteri Energi, Sumber Daya Mineral ini menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.***
Artikel Terkait
Pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia Soal Ganti Rugi Warga Rempang
Kasus Pulau Rempang, Menteri Bahlil Lahadalia Ungkap Ada Negara yang Tak Senang
Hasil Rapat dengan Jokowi soal Pulau Rempang, Bahlil Lahadalia: Sebagian Warga Belum Punya Alas Hak
7 Alasan Bahlil Lahadalia Layak Jadi Ketua Umum Golkar Gantikan Airlangga Hartarto: Riwayat Organisasi yang Mentereng Hingga Menjadi Inspirasi Generas
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Putusan DPR Batalkan Revisi RUU Pilkada, Ikut Putusan MK