Selain itu, Lomborg dianggap menyesatkan publik dengan menyajikan data yang dipilih secara selektif dan analisis yang dianggap dangkal.
Baca Juga: Spoiler One Piece Live Action Season 2 di Netflix, Ada Karakter Baru?
Kritik kedua menyoroti metode analisis biaya-manfaat yang digunakan Lomborg, yang dianggap tidak memadai untuk menangani kompleksitas perubahan iklim.
Banyak ahli ekonomi berpendapat bahwa, analisis Lomborg mengabaikan banyak dampak tidak langsung dan jangka panjang dari perubahan iklim, seperti kerugian ekosistem, peningkatan bencana alam, dan dampak kesehatan masyarakat.
Mereka juga mengkritik pendekatan Lomborg yang terlalu fokus pada solusi jangka pendek dan ekonomis, sementara mengabaikan investasi jangka panjang yang diperlukan untuk transisi menuju energi bersih.
Para ahli juga mengkritik argumen Lomborg, bahwa tindakan mitigasi perubahan iklim yang ambisius akan merugikan ekonomi dan memperburuk kemiskinan.
Baca Juga: Arab Saudi Dukung Otoritas Palestina Memerintah di Gaza, Hamas Justru Bilang Begini
Mereka berpendapat bahwa justru kebijakan yang tegas, dan investasi dalam energi terbarukan dapat menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi ketimpangan sosial.
Penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim paling parah akan dirasakan oleh negara-negara miskin, yang justru lebih rentan terhadap bencana alam dan perubahan iklim.
Dengan demikian, tindakan mitigasi yang kuat dipandang sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang paling rentan.
Selain itu, beberapa ahli berpendapat bahwa Lomborg gagal mengakui konsensus ilmiah tentang urgensi perubahan iklim.
Baca Juga: Lirik Lagu FOREVER dari BABYMONSTER: Yeogijeogi Da Nalli Nalli, Ganadaramaba Ssagaji
Banyak kritik menyatakan bahwa, pandangan Lomborg cenderung menyesatkan, dan memberikan kesan bahwa ada lebih banyak ketidakpastian ilmiah daripada yang sebenarnya.
Mereka menekankan bahwa mayoritas ilmuwan iklim sepakat, bahwa tindakan segera diperlukan untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim, dan buku Lomborg justru mengaburkan urgensi tersebut.
Terakhir, beberapa ahli lingkungan mengkritik Lomborg karena tidak memberikan solusi yang realistis, dan komprehensif untuk masalah perubahan iklim.
Artikel Terkait
Banyak Baca Buku, Jadi Cara Jessica Mila Persiapkan Diri Jadi Ibu
Diskusi Buku “Belajar Bahasa Ibrani bagi Penutur Bahasa Indonesia" untuk Mempermudah Memahami Israel Modern dan Beblikal
Sinopsis Buku A Hundred Years War on Palestine Karya Rashid Khalidi, Ternyata Ini Awal Mula Konflik Israel dan Palestina
Sinopsis Buku The Ethnic Cleansing of Palestine Karya Ilan Pappe
PRABOWO DAN BUKU
Pelajar Muhammadiyah Desak Kemendikbudristek Tarik Panduan Buku Rekomendasi Sastra