Karena memang Ahmad al-Ghazali dan Imam al-Ghazali adalah ulama yang bahasa ibunya adalah bahasa Persia. Kuburan Imam al-Ghazali berada di wilayah Iran. Meski terkenal kitab-kitabnya berbahasa Arab, Imam al-Ghazali memiliki kitab karyanya yang semula ditulis dengan menggunakan bahasa Persia di antaranya kitab Kimiyatu as-Sa'adah, Ayyuha al-Walad, Nashihat al-Muluk, dan Zad al-Akhirat. Belakangan kitab-kitab itu diarabkan.
Sa'di al-Syairazi dan Hafidz al-Syairazi yang keduanya dari daerah Syiraz wilayah Persia terkenal sebagai penyair Persia. Saya mengoleksi puisi-puisi dan syair Persia Sa'di versi terjemahan Arab oleh Muhammad Alauddin Manshur setebal 500 halaman. Juga puisi-puisi Hafidz 2 jilid.
Selain itu ada Nuruddin Abdurrahman Jami yang dikenal dengan Molla Cami adalah seorang penyair, sastrawan dan sufi besar yang menulis dengan bahasa Persia dan Arab. Di antara karya sastranya adalah Layla wa Majnun, Yusuf wa Zulaikha, Haft Auwrang. Karya sufismenya yaitu Syarah atas kitab Fushusus al-Hikam Ibnu Arabi, al-Dzurrah al-Fakhirah, dan yang lainnya.
Di sini saya sebutkan satu nama saja dari penyair modern yang menuliskan syair-syairnya dengan menggunakan bahasa Persia yaitu Sir Mohammad Iqbal.
Ada beberapa karya sastra dan syair Sir Mohammad Iqbal berbahasa Persia di antaranya yaitu Javid Nama, Asror-e-Khudi, Rumuz-e-Bekhudi, Payam-e-Mashriq, dan Zabur-e-Adam.
Di antara sastrawan Persia yang dikenal dunia adalah Omar Khayam, Nezami, dan Abu Abdullah Rudaki yang dianggap bapak sastrawan Persia sebab orang pertama menulis sastra dengan bahasa Persia sehingga menjadi preseden bagi para penulis berikutnya.
Masih banyak lagi ulama dan sastrawan klasik Persia yang menulis sastra, filsafat, sufisme, dan agama dengan menggunakan bahasa Persia yang tidak bisa disebutkan satu persatu di sini.
Karena itu, Persia adalah Persia, bukan Arab. Iran adalah Persia, bukan Arab. *