SENAYANPOST - Hikmah pertama Ibnu Athaillah tentang amal perbuatan bukan sekadar nasihat tasawuf, dan dalam penjelasannya, Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi membacanya sebagai peringatan mendasar bagi setiap muslim tentang arah ketergantungan hati.
"Di antara tanda mengandalkan amal perbuatan adalah berkurangnya pengharapan (terhadap ampunan Allah) ketika melakukan kesalahan dosa."
Di dalam syariah, apakah mengandalkan pada amal perbuatan adalah sikap yang terpuji atau tercela?
Ibnu Athaillah berkata, "Jangan sekali-kali mengandalkan pada amal perbuatan yang telah Anda lakukan untuk memperoleh rida Allah. Jangan pula mengandalkan balasan yang telah Dia janjikan kepada Anda, seperti salat, puasa, sedekah, dan segala jenis kebaikan. Akan tetapi, andalkan semua itu pada kelembutan, anugerah, dan kemurahan-Nya."
Baca Juga: PAKAIAN BAGI PENCARI JALAN ALLAH SWT (Minhajul Arifin - Imam Al Ghazali)
Apakah ada dalil yang mendasari pernyataan ini? Ya, ada. Dalilnya adalah sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan perawi lainnya.
"Tidak seorang pun di antara kamu yang dimasukkan ke dalam surga oleh amal perbuatannya." Para sahabat bertanya, "Engkau pun tidak wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Saya pun tidak, kecuali jika Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepadaku."
Dengan demikian, amal perbuatan bukanlah jaminan untuk masuk ke dalam surga.
Jika demikian, maka yang harus dilakukan adalah ketika Anda melakukan ketaatan, berharaplah keridaan Allah dan pahala-Nya.
Anda berharap mendapat anugerah Allah ampunan dan kemurahan-Nya, bukan upah atas amal perbuatan yang Anda kerjakan.
Di sini Ibnu Athaillah menyatakan bahwa di antara tanda nyata Anda mengandalkan amal perbuatan bukan pada anugerah Allah adalah berkurangnya harapan akan ampunan-Nya ketika melakukan dosa atau ketika Anda tergelincir dalam perbuatan maksiat dan dosa besar.
Baca Juga: Level Syukur Tanpa Batas (Minhajul Arifin - Imam Al Ghazali)
Hal ini berarti bahwa Anda harus berahap kemurahan dan anugerah Allah.
Jika hanya mengandalkan pada perolehan amal perbuatan, ketika amal perbuatan sedikit dan dosa Anda banyak, maka sirnalah harapan itu.