Mohammad Irsyad, M.Pd.I
Mudir Muhammadiyah Boarding School Barat Magetan
Setiap jiwa seorang hamba itu adalah bagian dari nikmat yang asal-usulnya dari Allah SWT oleh karena itu semua hamba wajib untuk senantiasa memperbarui dalam pengamalan atas rasa syukurnya.
Rasa syukur seorang hamba itu memiliki 2 tingkatan ; Pertama, ialah ketika hamba menyadari ni’mat dan hamba tersebut merasa ridho atas kenikmatan- kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT serta tidak mengingkari atas keni’matan tersebut. Kedua, level yang paling tinggi dari rasa syukur ialah ketika mampu untuk menyadari secara batiniyah bahwa sesungguhnya seorang makhluk tidak bisa meng-cover ni’mat yang berasal dari Allah bahkan yang terkecil sekalipun dengan rasa syukur meski dengan usaha yang besar.
Karena sesungguhnya perasaan syukur itu sendiri ialah taufiq dari Allah SWT yang wajib untuk disyukuri, maka atas setiap ni’mat dan timbulnya rasa syukur ialah manifestasi pertolongan Allah SWT yang wajib untuk disyukuri. Salah satu tanda ketika Allah SWT mengasihi seorang hamba ialah ketika seorang hamba dalam hatinya ditumbuhi rasa syukur dan ridha atas nikmat-Nya.
Bahkan nikmat yang dipandang paling sederhana sekalipun, karena hamba tersebut sudah yakin pada hakekatnya rasa syukurnya tidak akan bisa mengimbangi anugerah pemberian-Nya. Allah berfirman :
وما كان عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورا
“…Dan kemurahan Allah itu tidak dapat dihalangi” (QS Al Isra : 20)