Perjalanan Sowan ke Ibunda Pengarang Al Burdah Asy Syarifah

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 20 Mei 2023 | 13:52 WIB
Majelis Burdah bersama Syaikh Hisyam Al Kamil di Ponpes Shohihuddin II Prapen Surabaya
Majelis Burdah bersama Syaikh Hisyam Al Kamil di Ponpes Shohihuddin II Prapen Surabaya

“Sudah berulang kami mencobanya, nyatanya memang tidak bisa. Rasa-rasanya pohon ini memang setia meneduhkan makam Ibunya Imam Bushiri ini,” tuturnya sambil tersenyum.

 

“Ku kira cerita keramat begini cuma ada di nusantara, di Mesir pun ya ternyata sama dan nyata adanya,” batinku.

 

Sayangnya, makam Syeikh Said, ayah Imam Bushiri di kampung sebelah yaitu kampung Abu Shir, Markaz Al-Wasta, masih di kota yang sama belum terdeteksi hingga kini.

 

Omong-omong terkait asal-usul orang tua Imam Bushiri memang banyak beda pendapat. Warga setempat meyakini kedua orang tuanya adalah pendatang dari Maroko. Namun lain halnya seorang sejarawan Khoiruddin Az Zirikli (w.1976) dalam kamus “Al-A’lam” menyebutkan bahwa ibunda Imam Bushiri, yakni Sayyidah Suwaelhah memang asli Mesir penduduk kampung Dallas, sedangkan yang pendatang dari Maroko adalah sang ayah.

 

Apapun itu, sang putra Imam Bushiri lewat salah satu maha karyanya “Al-Kawakib Ad-durriyah Fi Madih Khoiril Bariyyah” atau biasa dikenal dengan “Kasidah Burdah” telah menghiasai kehidupan umat Islam dari generasi ke generasi selama beberapa abad lamanya dan tak tertandingi.

 

Memang ratusan penyair telah mencoba menggubahnya, faktanya sulit untuk menyamai keagungannya dalam menyanjung baginda nabi. Bahkan tak cuma itu, seiringnya waktu kasidah Burdah Imam Bushiri tidak saja sangat populer di kalangan umat islam saja, namun menginspirasi kalangan non-muslim. Keindahan kata yang sarat akan makna membuat sejumlah kalangan non-muslim menggubahnya, baik meniru secara struktur sajaknya untuk puji-pujian kepada Sayyidina Isa AS, maupun yang secara sengaja membuat syair sanjungan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, lagi-lagi gegara Burdah.

 

Mikhail Wirdi (w.1978) misalnya menggubahnya dengan tajuk “Wahyul-Burdah”, demikian pula kalangan non muslim lainnya, seperti; Khalil Jumaa al-Tawwal, Khalil Iskandar al-Qabri, Dr. Nazmi Louka, Wasfi al-Zanfali, Shalaby Mallat, George Celesti, Halim Damous, Shibli Shamil, George Saidah, Rashid Salim al-Khoury, Mahmoud al-Khoury al-Shartouni, Riyad Maalouf, Elias Farahat, Maroun Abboud, Nicolas Fayyad, Jack Sabry Shammas dan banyak lainnya.

 

Mereka memang tidak memeluk agama Islam, akan tetapi lantaran burdah mereka banyak merangkai syair serta menyanjung nilai luhur ajaran dan keagungan baginda Nabi Muhammad SAW secara obyektif disertai instuisi yang baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB
X