Ditulis Bukan untuk Warga Syiah

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Avatar Mush'ab Muqoddas Pimred Senayan Post
Avatar Mush'ab Muqoddas Pimred Senayan Post

 

Mush’ab Muqoddas, Lc

Penulis Buku Syiah Saudara Sekiblat

 

Buku Syiah Saudara Sekiblat dapat dikatakan sebagai salah satu karya saya yang saya buat dalam waktu singkat. Dimulai dari akhir bulan Syawal hingga akhir bulan Zulhijjah tahun ini.

Penulis mulai menulisnya setelah menghadiri syawalan di Bogor dengan sejumlah alumni dari perguruan tinggi di Timur Tengah. Pada pertemuan tersebut, seorang pembicara mengungkapkan bahwa setelah meletusnya perang Amerika Serikat dan Israel atas Iran, jumlah peserta suatu kajian, semakin berkurang dan kurang diminati.

Diceritakannya, para pemateri kajian-kajian tersebut kebingungan menarasikan seperti apa yang terjadi di Timur Tengah, apakah benar terjadi perang sungguhan ? Pemateri lain menyebutkan bahwa perang memang sungguhan terjadi, dan masalah akidah adalah tugas para asatidz untuk menjelaskannya.

Jika ditelusuri, ternyata selama ini beredar narasi di tengah masyarakat bahwa Syiah berkonspirasi dengan Zionis-Israel dan Amerika Serikat untuk menghancurkan Umat Islam dari dalam. Indoktrinasi ini dibumbui dengan ajaran-ajaran Syiah yang dikaitkan dengan teologi Kristen dan Majusi, serta seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba dalam sejarah.

Penulis berperang dengan pandangan Buya Syafii Maarif bahwa Sunni dan Syiah adalah produk sejarah. Artinya, baik Sunni maupun Syiah, telah mengalami perjalanan sejarah yang sangat panjang, berliku, berkelok, bertabrakan, bersinggungan hingga pecah satu sama lainnya.

Kajian akidah tidak akan lengkap tanpa mengkaji Ilmu Kalam. Penulis cukup beruntung ketika mengajar di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, diamanahi mengampu pelajaran Akidah dan Ilmu Kalam, selain Sejarah Kebudayaan Islam dan Qiroatul Kutub, cara baca kitab berbahasa Arab.

Maka pada bagian pertama dan bagian kedua buku Syiah Saudara Sekiblat ini, penulis mengungkapkan definisi, sejarah singkat dan kelompok-kelompok Syiah yang ternyata sangat beragam. Terdapat 3 (tiga) kelompok besar yaitu Imamiyah yang besar di Iran, Zaidiyah yang besar di Yaman dan Ismailiyah yang berpusat di London Inggris.

Apakah ketiganya berkolaborasi ? ternyata tidak. Bahkan sesama Syiah Imamiyah sendiri juga saling berseteru, seperti Republik Islam Iran dengan Dinasti Shah Pahlevi yang dibantu Amerika Serikat dan Israel agar berkuasa menggulingkan Republik Islam Iran. Jadi, jika kita kembali pada narasi untuk memerangi Syiah, kelompok mana yang kita perangi ?

Pada bagian ketiga, penulis membahas perkembangan Iran di era modern terutama pasca Revolusi 1979 yang salah satu pemantiknya adalah Operasi Ajax yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Inggris karena kecewa dengan PM Iran Mohamed Moshadegh menasionalisasi kilang-kilang minyak korporasi Anglo-Persia yang saat ini menjadi British Petroleum. Dinasti Shah Pahlevi semakin kuat dan rakyat Iran semakin tertekan.

Amerika Serikat dan Israel tidak terima sekutu terbesarnya digulingkan, mengingat Iran merupakan salah satu akses menuju ‘halaman belakang’ musuh utamanya di Perang Dingin, Uni Soviet.  Upaya menggulingkan Republik Islam Iran terus digencarkan dari Perang Teluk I, dukungan Amerika Serikat dan Israel kepada rezim Presiden Irak Saddam Husain dalam menyerang Iran, hingga serangan langsung sejak tahun 2025 dan 2026 yang penulis bahas di bagian keempat.

Pada bagian kelima, bagian paling tebal, penulis memuat pandangan 4 (empat) ulama Al Azhar terkait Syiah. Mereka adalah Grand Syaikh Al Azhar Prof Ahmad Ath Thayib, Anggota Badan Ulama Senior Al Azhar Prof Ali Jum’ah, Direktur Pusat Studi Imam Al Asy’ari Prof Hasan Syafii dan Mantan Mufti Mesir Prof Syauqi Allam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

Ditulis Bukan untuk Warga Syiah

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Neo-Sundanisme: Proyek Peradaban Dedi Mulyadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:50 WIB

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB
X