SENAYANPOST - Beredar sebuah video yang memperlihatkan peserta diduga calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan, menjalani pelatihan berjalan di atas bara api atau firewalk yang viral di media sosial.
Dalam unggahan Instagram, @melaniesubono pada Jumat, (31/7/26), tampak sejumlah orang berjalan di atas bara api tersebut.
"Lapor! telah selesai melakukan firewalk. Laporan selesai!" ujar salah seorang peserta dalam momen yang menegangkan itu.
Suasana pelatihan juga diwarnai dengan yel-yel "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jaya!" yang diteriakkan para peserta.
Baca Juga: Tiga Pejabat PDAM Bekasi Korupsi Proyek Pipa, Negara Rugi Empat Miliar
Setelah video tersebut beredar luas di jagat maya, tidak sedikit warganet yang mempertanyakan kepentingan atau urgensi dari dugaan kegiatan seleksi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan. Proses pelatihan tersebut juga dinilai berbahaya oleh sebagian warganet.
Picu Sorotan Ihwal Urgensinya
Beredarnya unggahan itu, kemudian menjadi sorotan setelah Melanie Subono mempertanyakan tujuan dari kegiatan tersebut, termasuk kaitannya dengan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan.
"Skill penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api. Kira-kira berapa budget pelatihan ini?" tulis Melanie dalam unggahannya.
Tidak sedikit juga yang mempertanyakan hubungan latihan berjalan di atas bara api dengan pekerjaan yang nantinya dilakukan oleh pegawai BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: DIKPI dan UI Sepakat Bentuk Asosiasi Kajian Ilmu Kepolisian
Di lain pihak, pelatihan tersebut juga dinilai tidak tepat dan patut disesalkan karena tidak memiliki urgensi dalam mendukung kompetensi kerja di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.
Seleksi yang Dinilai Harus Disesalkan
Secara terpisah, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengkritik pelatihan yang menampilkan aktivitas berjalan di atas api bagi calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan.
Artikel Terkait
Erick Thohir Teken Perjanjian dengan BPJS Ketenagakerjaan, Ingin Kesejahteraan Wasit Lebih Baik Lagi
Pemerintah Bayarkan Iuran BPJS Kesehatan 146 Juta Jiwa di 2026, Sri Mulyani Sebut Anggaran Capai Rp69 Triliun
Kucurkan Dana Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan, Menkeu Purbaya Jamin Tak Ada Kenaikan Iuran Sampai 2026
Nilai Banyak Orang Salah Persepsi soal Biaya Kesehatan, Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti: Dikira Murah, Padahal Mahal
AM Hendropriyono Beri Semangat Direksi BPJS Kesehatan Saat Berkunjung ke Kraton Majapahit Jakarta, Jelaskan Aksara Nusantara Perkokoh Identitas Bangsa