Dua Bahasa, Dua Wajah Diplomasi Iran di Tengah Perang Berkecamuk

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 16 April 2026 | 18:36 WIB

Di tengah persaingan global yang semakin terbuka, kemampuan bernarasi bukan hanya soal diplomasi politik, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi, budaya, dan identitas bangsa. Jika kita tidak hadir dengan suara kita sendiri, maka ruang itu akan diisi oleh orang lain—dengan perspektif yang belum tentu mewakili kita.

Karena itu, tugas kita hari ini bukan sekadar belajar bahasa asing, tetapi menggunakannya untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia: tentang budayanya, potensinya, dan cara pandangnya. Kita memiliki kapasitas untuk melakukannya. Kita memiliki sumber daya manusia, kekayaan budaya, dan pengalaman sejarah yang layak untuk diceritakan.

Kita pasti bisa—asal kita mau mengambil peran itu sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X