Kecemerlangan Majapahit Pada Masa Kegelapan Eropa

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:23 WIB
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

 

Dengan Monaco sudah diakui sah secara hukum internasional (1861) maka penduduk Monaco merasa sudah merdeka, namun dengan demikian Prancis akhirnya diuntungkan dalam aspek sosial-ekonomi, pajak dan juga prestige. Dalam hukum internasional, kedaulatan suatu mikro-negara tetap syah jika diakui dan keadaannya stabil.

 

Warna bendera negara Monaco persis sama dengan bendera Indonesia dan mereka telah menggunakannya sebelum negara bangsa Indonesia lahir. Namun jika ditinjau dari aspek sejarah, Majapahit di Indonesia telah lebih dahulu menggunakan warna merah-putih dalam 9 (sembilan) garis horizontal merah dan putih.

 

Bendera demikian juga sampai sekarang dipakai dalam panji-panji Kraton Majapahit Jakarta dan sebagai jack dari TNI AL Indonesia. Makna merah-putih Majapahit dalam kosmologi Nusantara-Austronesia: merah = darah / keberanian / bumi / raga dan putih = tulang / kesucian / langit / jiwa.

 

Dengan demikian mempunyai makna filosofis sebagai kesatuan raga-jiwa, keberanian yang suci, kehidupan manusia yang utuh. Dalam filsafat Jawa kuno: merah = ibu (rahim) dan putih = ayah (benih), merupakan simbol kelahiran dan kehidupan bangsa Indonesia dan Nusantara.

 

Secara simbolik dalam tradisi Jawa-Indonesia-Nusantara: awal = putih (asal roh) dan akhir = merah (kembali ke bumi). Panji Majapahit merah di awal dan merah di akhir.

 

Maknanya adalah kekuasaan duniawi (cakravartin), yaitu berdaulat di bumi Nusantara, suatu kerajaan maritim (darah-tanah) dan dominasi raga atas asketisme. Realitas budaya dan ekonomi serta keindahan arsitektur fisik istana dan Kerajaan Majapahit pernah menimbulkan kekaguman dari seorang Barat bernama Odoric Pordenone (1286-1331).

 

Ia adalah seorang biarawan Fransiskan asal Italia yang terkenal sebagai penjelajah Eropa, berawal ke Asia Timur dan Asia Tenggara pada awal abad ke-14 - jauh sebelum era penjelajah kolonial Vasco da Gama. Dalam laporan perjalanannya (Itinerarium) awal abad-14 ia menggambarkan bagaimana seorang Eropa melihat Nusantara saat Majapahit berada di bawah Rajanya yang kedua yaitu Raja Jayanegara.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB
X