“Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS Ar-Raad : 28)
Sesungguhnya ketenangan hati itu saat mengingat Allah Ta’ala, dan ketika mengingat-Nya maka akan bergetar hati seorang hamba.
Allah SWT berfirman :
إِنَّما الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu ketika mengingat Allah akan bergetar hatinya” (QS Al Anfal : 2)
Dzikir sendiri itu ada dua macam ; dzikir murni (khalis) dan dzikir bersih (shaffin). Adapun dzikir yang murni itu adalah ketika telah terjadinya kecocokan hati dalam memprioritaskan Allah dibanding dengan sesuatu yang lain. Sedangkan dzikir yang bersih adalah ketika hilangnya segala cita-cita (duniawi) dari dzikir, Rasulullah SAW telah bersabda :
»لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك
“Aku tidak dapat menghitung pujianku kepada-Mu selayaknya Engkau memuji kepada diri-Mu sendiri.” (HR Muslim)