Mohammad Irsyad, M.Pd.I
Mudir Muhammadiyah Boarding School Barat Magetan
Jadikanlah hatimu sebagai kiblat dari lisanmu, dan ketika berdzikir rasakanlah perasaan malunya seorang hamba ketika dihadapkan dengan keagungan Tuhannya. Ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui atas rahasia yang terdapat di lubuk hatimu, Maha Melihat daripada semua tingkah lakumu dan Maha Mendengar terhadap semua bisikan-bisikanmu, maka bersihkanlah hatimu dengan kesedihan dan hidupkanlah hatimu dengan bara ketakutan kepada Allah SWT yaitu ketaqwaan.
Jika perilaku taqwa tersebut dapat menyingkap tabir kelalaianmu dalam mengingat Tuhanmu yang ada di hati maka Tuhanmu akan “mengingat” dirimu sebagaimu dirimu senantiasa mengingat-Nya.
Allah SWT berfirman :
َولَذِكُرُ اللَّهِ أَكبر
“Dan sungguh ingatnya (perhatiannya) Allah SWT (kepada hamba-Nya) adalah (karunia) paling besar (untuk hamba-Nya)” (QS Al-Ankabut : 45)
Sesungguhnya ketika Allah SWT mengingat dirimu itu bukanlah Allah SWT butuh kepada dirimu, melainkan dirimulah yang butuh untuk senantiasa mengingat-Nya.
Seperti halnya seorang prajurit yang pasti mengingat komandannya. Akan tetapi jika seorang komandan mengingat salah satu prajuritnya, maka prajurit tersebut memiliki keistimewaan tersendiri atau memiliki kebutuhan tertentu sehingga mendapatkan perhatian lebih dari komandannya. Dan dengan perhatian lebih itu, prajurit tersebut akan merasa lebih tenang dalam menjalankan tugasnya.
Allah SWT berfirman :
لا يَذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَيْنَ الْقُلُوبُ