Amerika Takut Wilayatul Faqih ?

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:31 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tanggapi pernyataan AS terkait demonstrasi yang belum lama ini terjadi. (X.com/@khamenei_ir)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tanggapi pernyataan AS terkait demonstrasi yang belum lama ini terjadi. (X.com/@khamenei_ir)

 

 

Mush’ab Muqoddas, Lc

Pakar Geostrategis, Guru Ilmu Kalam di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta 2019-2021

 

Desember 2011 Amerika Serikat yang bangga dengan Arab Spring setelah menakut-nakuti rezim-rezim Arab serta telah tewasnya Pemimpin Libya Muammar Gadafi, dipermalukan oleh Iran.

Negara Para Mullah itu berhasil membajak drone milik Tentara Amerika. Pesawat nirawak itu adalah drone siluman jenis RQ-170 Sentinel, mendarat dengan aman di Iran.

Bukan untuk menyerang atau meledak. Drone kebangaan Amerika itu berhasil diretas. Menandakan Iran unggul dalam perang radar dan algoritma melawan Amerika, yang memiliki belasan pangkalan militer di Timur Tengah.

Pendahulu Donald Trump, yang nama lengkapnya Barrack Husein Obama, meminta agar drone itu dikembalikan. Iran menolak dengan dalih drone RQ-170 Sentinel telah memasuki wilayahnya secara ilegal tanpa izin.

Iran membongkar drone RQ-170 Sentinel. Perangkat, data dan algoritmanya dipelajari. Hasilnya, teknologi drone yang mulai dikembangkan oleh Iran sejak 2008 semakin melaju pesat. Iran memproduksi drone yang dinamai Shahed-191/Saegheh. Shahed memiliki arti pahlawan atau martir. Jika dikaitkan dalam istilah militer Jepang, disebut Kamikaze. Salah satu sumber ketakutan Amerika di Perang Dunia II.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membanggakan diri akan menguasai industri minyak Venezuela setelah berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya dengan dalih narko-teror. Skenario itu direncakan akan dilancarkan atas Iran.

Donald Trump mengancam Tentara Amerika akan melancarkan serangan atas Iran. Ancaman demi ancaman terus disampaikan. Salah satu kapal induk disiapkan, pesawat-pesawat tempur dengan pesawat bahan bakar sudah siaga.

Termasuk salah satu tim dari Israel yang berada di salah satu daerah perbatasan luar Iran. Mereka siap untuk menculik atau mengeliminasi para petinggi Iran, setelah mereka mengeliminasi sejumlah ilmuwan nuklir Iran.

Sayangnya Iran bukan Venezuela, sosialis-bolivarian gagal. Aksi demonstrasi 28 Desember 2025 lalu dimanfaatkan untuk menyulut aksi-aksi kerusuhan, guna memancing tindakan represif aparat keamanan. Setidaknya 3.000 orang ditangkap, termasuk barang bukti berupa persenjataan dan bahan peledak telah diamankan.

Para pemimpin Teluk Arab tersadar, ancaman nyata jika Iran diserang. Iran memiliki Houthi di Yaman, Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon dan sejumlah kelompok bersenjata di Irak Selatan, yang berbatasan dengan Arab Saudi dan Kuwait. Iran menyatakan jika Amerika menyerang, maka Iran berhak secara legal untuk membalas menarget pangkalan-pangkalan militer beserta wilayahnya. Hak Iran untuk membalas sesuai dengan hukum internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X