“Salah” sahut Gus Dur. Madona Timur Tengah itu Namanya Ofra Haza yang terkenal dengan lagu shaddai. Ohh yang cantik itu ya Gus? Kata saya.
Gus dur langsung nyemprot saya: “ Sampean kui ngertine mung ayune thok” (Anda tahunya hanya sisi cantiknya saja). Beliau sering memakai Bahasa Jawa halus kalau berkomunikasi.
Lalu? Tanya saya. Gus Dur pun langsung memberikan eksplanasi dengan narasi yang mengagetkan saya.
Kata Gus Dur: Kalau sampean kepingin ngerti dan faham penderitaan bangsa Yahudi maka dengarkan lagu-lagu Ofra Haza ini. Kulo yakin sampean gak ngerti isi lagu Ofra Haza tersebut karena liriknya campuran Inggris, Arab dan Ibrani (Hebrew).
Kita harus adil melihat keributan Israel dan Palestina, dua-duanya adalah bangsa yang menderita. Kita bisa mendamaikan keduanya ketika kita jernih melihat masalah tersebut, lanjut Gus Dur.
Kita bisa mendorong Israel untuk mengakui Palestina jika kita bisa membuat bangsa Israel bisa tidur nyenyak dan nyaman. Baru kita rembug skema perdamainnya, pungkas Gus Dur.
Saya pun bengong dengan kata-kata bijak Gus Dur tersebut dan saya pun matur ke beliau: lho Gus lagu-lagu Ofra Haza sering diputar di acara-acara fashion show busana-busana Muslimah di Indonesia ini. Gus Dur pun langsung nyahut: Ya berarti sudah menjadi pendukung dan fans Israel karena lagu terutama “Shadai” yang artinya Wahai Tuhan Yang Mahakuasa adalah nyanyian spiritualnya Israel. Gus Dur pun ngekek dengan gaya khasnya.
Dalam ngekeknya Gus Dur, saya langsung menyela: Gus, saya sangat suka lagu Ofra Haza yang judulnya “Albi” karena musiknya terutama betotan bass-nya bagus. Sampean kok sampai detail mengamati bass-nya? Saya jawab jelang Gus Dur Boarding; “saya ini musisi yang tersesat menjadi dosen Gus’.
Kalau Gus Dur masih hidup, saya akan matur ke belia; Gus, saya ini Duta Besar yang tidak sesuai dengan kriteria Sunnah Rasulullah. Pasti Gus Dur akan tanya: maksude pripun? Para Duta Besar Rasulullah (sufara ar-rasul) seperti yang terdapat dalam fiqih diplomasi itu kriterianya ada yang tidak bisa saya penuhi Gus. Apa itu? Dalam beberapa kitab al-alaqah al-duwaliyyah fil ilsam” (hubungan antar negara dalam Islam) itu ada syarat dubes tidak hanya gagah tetapi juga harus “ hasanal mandhar” alias ganteng dan sawangable (enak di-sawang dan dipandang), nah saya ini tidak masuk kriteria itu. Saya tidak sawangable seperti Song Jong Ki mantan suami Song Hye Kyo. Gus Dur pasti akan komentar: ono-ono wae sampean itu, sambil dibarengi ngekek khasnya.
Gebrak podium Presiden Prabowo adalah bentuk effort untuk membuat kedua negara ini, Israel dan Palestina bisa tidur nyenyak dan nyaman seperti harapan Gus Dur. Penyelesaian two state Solution, hall ad-daulatain dengan tanpa menghapus salah satunya dari atlas dunia.
Ini bukan impossible dream tetapi possible dream.
Begitu bukan? Indah Bukan?
(dua kalimat terakhir adalah gaya Gus Dur dalam mengakhiri tulisan-tulisannya)
Druwo Sewon 29/09/25