Purbaya dan Arah Baru Ekonomi Nasional

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 27 September 2025 | 14:52 WIB

Ia memandang bahwa ekonomi pasar perlu regulasi yang adil, redistribusi yang berkeadilan, dan negara yang aktif sebagai arsitek pembangunan, bukan sekadar wasit.

 

Lebih Dekat ke Sumitro dan Mubyarto

Dalam konteks pemikiran ekonomi Indonesia, Purbaya berada di antara dua tokoh besar: Sumitro Djojohadikusumo dan Mubyarto.

Seperti Sumitro, ia menekankan peran negara dalam industrialisasi, kemandirian fiskal, dan pembangunan jangka panjang berbasis inovasi.

Namun, semangat kebijakannya juga mencerminkan jiwa kerakyatan ala Mubyarto, yang menempatkan ekonomi sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Purbaya memahami bahwa kemakmuran nasional tidak dapat hanya diukur dari pertumbuhan GDP, melainkan dari pemerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan produktif.

Pendekatan ini menjadikan Purbaya sebagai figur teknokrat moral, yang berusaha mengembalikan pembangunan pada cita-cita konstitusional:

“Kemakmuran rakyat adalah hukum ekonomi tertinggi.”

 

Sejalan dengan Pemikiran Joseph Stiglitz

Dalam skala global, paradigma Purbaya sejalan dengan Joseph E. Stiglitz, ekonom peraih Nobel yang mengkritik neoliberalisme, IMF, dan Washington Consensus.

Stiglitz menegaskan bahwa pasar bebas sering menciptakan ketimpangan, bukan kesejahteraan, dan negara harus hadir untuk memastikan keadilan ekonomi.

Purbaya tampak mengadopsi pendekatan serupa:

  1. Negara tidak boleh pasif.
  2. Kebijakan fiskal harus pro-rakyat.
  3. Ekonomi harus melayani kemanusiaan, bukan sebaliknya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X