Pertarungan Segitiga Global dan Kerugian Sosial Akibat Demonstrasi Massa 2025

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Jumat, 26 September 2025 | 13:32 WIB

Dana ini digunakan untuk:

  1. Membiayai logistik aksi (transportasi, konsumsi, alat komunikasi).
  2. Memberikan dukungan hukum kepada aktivis.
  3. Melatih relawan di bidang advokasi digital dan mobilisasi protes.

 

 

Dalam perspektif Filsafat Intelijen, praktik ini merupakan bentuk subversi non-militer yang biayanya jauh lebih murah daripada intervensi militer langsung, namun efeknya bisa melumpuhkan rezim sasaran.

 

 

Situasi di Rusia, China, dan India

  1. Rusia

Rusia saat ini juga menjadi target utama kaum kapitalis global. Setelah meletusnya perang dengan Ukraina, sanksi Barat tidak cukup untuk melemahkan Moskow. Maka, jalur NGO/LSM digunakan untuk menimbulkan gejolak sosial di dalam negeri. Mobilisasi kaum muda di Moskow dan St. Petersburg meningkat lewat isu lingkungan, kebebasan berekspresi, dan anti-korupsi. Dana NGO Barat tetap mengalir meski Rusia sudah menutup banyak NGO asing sejak 2022. Tujuan strategisnya menciptakan “Moscow Spring” mirip Arab Spring, mengguncang pemerintahan Rusia yang dianggap anti-Imperialisme Barat.

 

  1. China

China tidak hanya menjadi pesaing ekonomi, tetapi juga target destabilisasi sosial. Isu Uyghur, Tibet, dan Hong Kong dimanfaatkan NGO global sebagai pintu masuk tekanan internasional. Dana asing diarahkan pada kelompok HAM, aktivis buruh, serta mahasiswa yang kritis terhadap Partai Komunis China. Strateginya menampilkan citra China sebagai negara represif, sehingga setiap protes lokal bisa diangkat ke panggung global.

 

 

  1. India

India, sebagai bagian dari BRICS, juga tak luput dari target kapitalis global. Gerakan petani di Delhi dan Punjab dijadikan instrumen tekanan. Dana NGO internasional mengalir lewat isu lingkungan, HAM, dan keadilan sosial. Tujuan strategisnya melemahkan pemerintahan PM Narendra Modi yang nasionalis-hindutva, sekaligus menggeser India dari orbit BRICS.

 

  1. Indonesia.

Indonesia berada di persimpangan strategis pertarungan segitiga global. Sebagai anggota BRICS dan negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia diposisikan oleh Kapitalis Global sebagai salah satu target destabilisasi politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X