Adapun Haiah Tahrir Syam yang didirikan pada tahun 2017 di bawah pimpinan Ahmed Asy Syarae dan muncul dari Front An Nusra yang merupakan cabang Al Qaeda di Suriah dan tergolong dalam daftar teroris. Haiah Tahrir Syam Al Qaeda berusaha sekuat tenaga untuk menstabilkan pilar-pilar pemerintahannya dan menerima dukungan Amerika Serikat dengan syarat tidak merugikan kepentingan proxy terkuatnya yaitu Israel, dan syarat ini dipatuhi oleh Pemimpin Haiah Tahrir Syam Al Qaeda Abu Muhammad Al Jaulani.
Sedangkan bagi Israel, mereka adalah pemenang terbesar atas apa yang terjadi di Suriah. Israel mengambil keuntungan dari kekacauan demi kekacauan setelah penggulingan rezim Presiden Suriah Basyar Al Asad. Israel melancarkan operasi militer besar-besaran yang menghancurkan 80% kekuatan tentara Suriah, serta pangkalan militernya di darat dan di laut.
Israel membual bahwa 350 kelompok milisinya menyerang basis-basi militer Suriah dari Damaskus hingga Tartous, menghancurkan pangkalan udara, sistem pertahanan udara, gudang senjata, amunisi, dan merebut jalur penyangga perbatasan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan para pemimpin baru Suriah agar tidak mengikuti jejak Presiden Suriah Basyar Al Asad dan menuntut agar mereka tidak mengizinkan Iran melakukan reposisi di Suriah atau mengizinkan pengiriman senjata Iran ke Hizbullah melalui Suriah, seperti yang terjadi sebelumnya. Jika tidak, maka Israel bertindak keras dan rezim baru Suriah akan menanggung akibatnya. Harganya mahal, seperti yang terjadi pada rezim sebelumnya!
Tulisan Telah Dimuat di Situs El Watan News Mesir Rabu 18 Desember 2024