Berbagai krisis menimpa Mesir terutamanya krisis ekonomi. Banyak pihak berpatokan stabilitas ekonomi pada nilai tukar pada mata uang US Dollar di mana 1,00 US Dollar setara dengan 30,00 Egyptian Pounds. Akan tetapi, Al Azhar masih memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa asing termasuk Indonesia. Bahkan salah satu pintu beasiswa tersebut melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Guru Besar Filsafat Intelijen Prof AM Hendropriyono menjelaskan bahwa ditumbangkannya rezim Al Ikhwan Al Muslimun melalui Revolusi 30 Juni 2013 telah memenuhi hukum alasan yang cukup dalam logika alamiah untuk mencegah suatu malapetaka yang dapat muncul secara tiba-tiba. Malapetaka itu adalah perang saudara yang disulut dengan perebutan otoritas atas nama agama.
Penafsiran atas nilai-nilai Syariat Islam kemudian dikembalikan kepada Mahkamah Konstitusi dengan berdasarkan pandangan keagamaan dari Badan Ulama Senior Al Azhar.
Tahya Misr !