قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ
Rupanya pernyataan PM Benjamin Netanyahu di atas telah membenarkan firman Allah SWT dalam surat Al Maida ayat ke-24 ini. Para politisi Israel hanya duduk meneriakkan berbagai propaganda sedangkan prajurit Israeli Defense Force berperang tanpa tujuan yang jelas.
Tidak mengherankan jika para prajurit Israeli Defense Force yang terlatih secara militer profesional merasa jenuh dalam pertempuran yang telah berlangsung hampir 8 (delapan) bulan. Mereka merasa hanya dijadikan sebagai alat perang yang tujuannya hanya dalih PM Benjamin Netanyahu menghindari pemilihan umum yang pengancam jabatan Kepala Pemerintahan yang diemban sejak 2009 atau sejak 15 tahun lalu.
Kesadaran Benny Gantz akan tabiat dan karakter ini mengharuskannya berjuang keras untuk menyelamatkan eksistensi Israel dengan cara memenangkan pemilihan umum dan berdamai dengan realitas. Tantangan terbesar Benny Gantz tentu adalah kalangan zionis radikal-ekstrimis.