Jualan Agama dalam Konflik Politik Internal Israel

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 18 Juni 2024 | 16:31 WIB

 

PM Benjamin Netanyahu khawatir popularitasnya tersaingi oleh Ben-Gvir dan elemen-elemen politik radikal-ekstrim di Israel yang akan semakin gegabah dalam pertempuran yang akan mengusik dan memancing negara-negara Arab seperti Mesir dan Arab Saudi untuk menyerang Israel.

 

Bagi PM Benjamin Netanyahu, perang adalah satu-satunya cara mempertahankan kekuasaan dan menghindari dilaksanakannya pemilihan umum. Salah satu figur alternatif yang diinginkan oleh rakyat Israel yang plural adalah Benny Gantz.

 

Benny Gantz pada tahun 1977 saat itu berpangkat Segen atau Letnan Satu mengawal kedatangan Presiden Mesir Anwar Sadat untuk menyampaikan pidato di Knesset Israel sebagai upaya menyelesaikan Perang Arab-Israel. Presiden Anwar Sadat dan PM Israel Menachim Bagin difasilitasi oleh Presiden Amerika Serikan Jimmy Carter pada tahun 1979 menyepakati perjanjian damai yang dikenal dengan Camp David.

 

Dari sini, Benny Gantz berpandangan akan pentingnya perdamaian dan hidup berdampingan dengan Bangsa Arab. Presiden Anwar Sadat berpandangan bahwa eksistensi Israel adalah suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri sehingga Bangsa Arab harus hidup berdampingan. Adapun satu-satunya solusi konflik Israel-Palestina adalah Solusi 2 (dua) Negara yang berdampingan.

 

Solusi 2 (dua) Negara yang berdampingan ini tentu ditentang keras oleh tokoh-tokoh zionis radikal seperti Ben-Gvir yang ingin terus berperang dengan narasi-narasi keagamaan sebagai pembenarannya.

 

Dari pernyataan PM Benjamin Netanyahu di atas dan tentunya para penganut ideologi radikal-ekstrim di Israel hanya menginginkan para prajurit Israeli Defense Force bertempur habis-habisan hingga amunisi dan prajurit terakhir. Adapun keluarga PM Benjamin Netanyahu dan bahkan keluarga Ben-Gvir diketahui tengah berada di sebuah mansion di Amerika Serikat menikmati keindahan suatu pantai.

 

Teringat firman Allah SWT :

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X