internasional

Rusia Klaim Gagalkan Serangan Balik Ukraina yang Direncanakan Berbulan-bulan, Kyiv Justru Bilang Begini

Senin, 5 Juni 2023 | 15:21 WIB
Ilustrasi, Rusia mengklaim telah menggagalkan serangan balik besar-besaran yang direncanakan Ukraina, Kyiv menanggapi berbeda dengan Moskow. (Pixabay.com/Joa70)

"Untuk mendemoralisasi Ukraina dan menyesatkan masyarakat (termasuk penduduk mereka sendiri), propagandis Rusia akan menyebarkan informasi palsu tentang serangan balasan, arahnya, dan kerugian tentara Ukraina," kata Pusat Komunikasi Strategis Ukraina.

Baca Juga: Bongkar Lagi Kelakuan Anaknya, Nikita Mirzani Malu, Lolly Pernah Bikin 3 Staf Sekolah Dikeluarkan

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menerbitkan pesan rahasia di Twitter pada hari Minggu, mengutip lagu Depeche Mode 'Enjoy the Silence'.

Tidak hanya merilis pernyataan resmi, Kemenhan Rusia juga merilis video yang berisi kendaraan lapis baja Ukraina yang meledak setelah ditabrak.

Setidaknya dalam konflik berdarah itu, pasukan Rusia telah membunuh 250 orang tentara Ukraina, menghancurkan 16 tank, tiga kendaraan tempur infanteri, dan 21 kendaraan tempur lapis baja.

Baca Juga: Makin Panas, Nikita Mirzani Kini Bongkar Aib Lolly, Kabur dari Rumah Bareng Cowok Tak Dikenal

Kemudian informasi dari blogger Rusia yang diisi oleh Semyon Pegov mengatakan ada pertempuran sulit terjadi.

Pertempuran itu berlangsung di dekat Velyka Novosilka, sebuah desai di sebelah barat Vuhledar.

"Ada pertarungan yang sulit terjadi," katanya.

Baca Juga: Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas Argentina Dijual Hari Ini, Begini Syaratnya

Hingga saat ini, perang Rusia dan Ukraina terus berlangsung sejak 24 Februari 2024.

Kedua negara masih bertikai dan sulit untuk masuk ke meja perundingan.

Belum lama ini, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto memberikan usulan perdamaian terkait perang Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Anies Baswedan Tak Diundang Pemprov DKI Jakarta ke Formula E, Said Didu: Memang Selalu Dijegal

Sayangnya, pihak Ukraina menolak dan menilai rencana Indonesia tersebut lebih 'berpihak' kepada Rusia.***

Halaman:

Tags

Terkini