"Kami berterima kasih atas keseimbangan (China) sehubungan dengan peristiwa yang terjadi di Ukraina, untuk memahami latar belakang dan penyebab sebenarnya. Kami menyambut kesediaan China untuk memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan krisis," kata Putin.
Baca Juga: Link Live Streaming Persib vs Dewa United di BRI Liga 1, Kick Off Pukul 15.00 WIB
China bulan lalu menerbitkan makalah 12 poin yang menyerukan dialog dan penyelesaian di Ukraina.
Makalah tersebut hanya berisi pernyataan umum dan tidak ada proposal konkret tentang bagaimana perang selama setahun akan berakhir.
Ukraina dengan hati-hati menyambut proposal China itu, tetapi mengatakan penyelesaian apa pun akan mengharuskan Rusia menarik diri dari semua wilayah yang telah direbutnya, termasuk semenanjung Krimea yang dianeksasi pada 2014.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi Berdekatan dengan Bulan Suci Ramadhan, Ini Harapan Pj DKI Jakarta
Amerika Serikat telah bereaksi dengan sangat skeptis terhadap keterlibatan China, mengingat penolakannya untuk mengutuk invasi Rusia.
Juru bicara Gedung Putih, John Kirby mengatakan pada hari Minggu bahwa seruan apa pun oleh Putin dan Xi untuk gencatan senjata sekarang tidak akan dapat diterima karena itu hanya akan 'merujuk penaklukan Rusia hingga saat ini'.
"Semua yang akan dilakukan adalah memberi Putin lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri, melatih kembali, mengatur ulang, dan mencoba serangan baru pada waktu yang dipilihnya," katanya.***