Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan minggu lalu bahwa ia tidak mengetahui intelijen yang menunjukkan Iran telah memindahkan uraniumnya yang sangat diperkaya untuk melindunginya dari serangan AS.
Penilaian awal minggu lalu dari Badan Intelijen Pertahanan menunjukkan bahwa serangan itu mungkin hanya memperlambat program nuklir Iran selama beberapa bulan.
Namun, pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa penilaian itu kurang meyakinkan dan telah dikalahkan oleh intelijen yang menunjukkan program nuklir Iran rusak parah.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serangan terhadap situs nuklir Fordow menyebabkan kerusakan parah.
"Tidak seorang pun tahu persis apa yang terjadi di Fordow. Meski begitu, yang kami ketahui sejauh ini adalah bahwa fasilitas tersebut telah rusak parah dan parah," kata Araghchi dalam wawancara yang disiarkan oleh CBS News pada hari Selasa lalu.***