internasional

Ajudan Netanyahu Resmi Jadi Tersangka Kasus Kebocoran Informasi, Pindah Penjara Gegara Ini

Selasa, 19 November 2024 | 21:08 WIB
Mantan ajudan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jadi tersangka kebocoran informasi dan dipindah penjara karena ini. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Eks ajudan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Eliezer Feldstein pindah penjara usai terlibat kasus kebocoran informasi baru-baru ini.

Diketahui, Eliezer Feldstein dipindahkan ke penjara pengawasan bunuh diri setelah ditemukan 'benda asing' di selnya sebagaimana disampaikan Dinas Penjara Israel (IPS) pada 17 November 2024.

IPS mengatakan benda itu bukan jerat, seperti yang telah dilaporkan sebelumnya.

Feldstein melepaskan bingkai karet dari jendela sel, yang memicu kekhawatiran bahwa ia akan menggunakannya untuk mencoba bunuh diri.

Baca Juga: Komite Khusus PBB Sebut Agresi Israel ke Jalur Gaza Mengarah pada Genosida

"Para sipir menemukan sesuatu di sel seorang tahanan keamanan yang ditahan di penjara di selatan yang mengharuskan, sesuai dengan instruksi komandan penjara, pemindahannya segera ke sel tempat ia dapat dipantau untuk mencegah bunuh diri," kata pernyataan IPS pada 17 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Benda itu 'dibuat dari bahan-bahan yang diizinkan yang tersedia di dalam sel', dan pemindahan itu bertujuan 'untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraannya'.

Kantor Kejaksaan Negara Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka berencana untuk mengadili Feldstein dan tersangka lain yang terlibat dalam kasus kebocoran tersebut.

Ia dan tersangka lain yang tidak disebutkan namanya dituduh mentransfer informasi rahasia, mengumpulkan materi rahasia, dan berkonspirasi untuk melakukan kejahatan, di antara hal-hal lainnya.

Baca Juga: Bahas Kemerdekaan Palestina Presiden Prabowo Subianto dan Sekjen PBB Bertemu

Feldstein ditangkap bersama empat orang lainnya karena diduga membocorkan informasi rahasia ke media asing, dokumen pengadilan yang dirilis pada tanggal 3 November mengungkapkan.

Nama-nama dari empat orang yang ditahan lainnya belum diizinkan untuk dipublikasikan oleh sensor militer Israel.

Informasi intelijen tersebut dibocorkan ke dua media asing, Jewish Chronicle di Inggris dan Bild di Jerman, yang keduanya menerbitkan cerita tentang informasi intelijen yang bocor tersebut.

Jewish Chronicle kemudian menarik kembali ceritanya.

Halaman:

Tags

Terkini