internasional

Intelijen Israel Diduga Kecolongan Gegara Ini, Bikin Hamas Sukses Lancarkan Operasi Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 | 16:20 WIB
Terungkap intelijen Israel mengabaikan laporan awal operasi Badai Al Aqsa pada 7 Oktober 2023 yang dilakukan oleh Hamas. (Dokumentasi Hamas)

SENAYANPOST - Kelompok Perlawanan Palestina Hamas sukses lancarkan operasi Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023, buntut dari gagalnya intelijen Israel penjajah.

Laporan terbaru mengungkap bahwa intelijen Israel mengabaikan persiapan operasi serangan darat Hamas yang berujung pada ribuan warga pemukim ilegal yang tewas.

Lebih lanjut, laporan investigasi yang mengungkap dugaan kegagalan intelijen Israel terhadap antisipasi operasi Badai Al Aqsa ini diungkap oleh Haaretz.

Surat kabar tersebut pada 9 Mei 2024 memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan kegagalan intelijen yang memungkinkan Hamas meluncurkan operasi Badai Al Aqsa dengan sukses.

Penyelidikan menyimpulkan bahwa para pemimpin militer menolak untuk mempertimbangkan atau mempersiapkan kemungkinan invasi darat Hamas ke Israel dan malah fokus pada ancaman serangan rudal Hamas.

Baca Juga: Tabrak Sarang Tawon di Gaza, 12 Tentara Israel Penjajah Dilarikan ke Rumah Sakit

Akibatnya, tentara berhenti mengumpulkan informasi intelijen tentang komandan tingkat rendah dan menengah Hamas serta aktivitas mereka, klaim penyelidikan tersebut.

Keputusan untuk memfokuskan pengumpulan intelijen hanya pada beberapa komandan tertinggi Hamas dibuat pada tahun 2021 setelah pertempuran dengan Hamas yang disebut 'Operasi Penjaga Tembok'.

"Sejak saat itu, tentara tidak tertarik untuk mengumpulkan informasi intelijen mengenai pasukan Hamas dan komandan senior dan terkemuka di organisasi tersebut, atau tentang pelatihan mereka," kata seorang perwira intelijen yang pada saat itu memegang posisi penting di Komando Selatan pada 10 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Meskipun sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, secara terbuka melakukan latihan untuk menerobos pagar perbatasan Gaza untuk menyerang pemukiman dan pangkalan militer Israel, kepemimpinan militer Israel berasumsi bahwa pelanggaran terhadap tembok tersebut tidak mungkin dilakukan dan oleh karena itu memfokuskan sumber dayanya untuk mengidentifikasi tempat peluncuran roket Hamas.

Haaretz menyatakan bahwa selama serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, pagar perbatasan ternyata hanya ilusi belaka dan para pejuang dari brigade elit Nukhba Hamas menerobosnya di 44 titik berbeda.

Baca Juga: 218 Hari Genosida, Hamas Ungkap Hasil Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza dengan Israel Penjajah

Kurang dari dua tahun sebelumnya, Brigadir Jenderal Eran Ofir, kepala administrasi perbatasan, telah menyatakan bahwa karena adanya pagar perbatasan dan pengawasan serta menara senapan mesin otomatis, 'tidak mungkin untuk masuk ke wilayah Negara Israel'.

Menurut laporan Haaretz, tentara Israel mengadakan dua latihan pada tahun-tahun sebelumnya untuk mempersiapkan kemungkinan Hamas melanggar perbatasan sebelum pagar tersebut selesai dibangun.

Halaman:

Tags

Terkini