internasional

Buntut Serangan Houthi Yaman, Perusahaan Kapal Kontainer Ini Tunda Pelayaran Lewat Laut Merah

Sabtu, 16 Desember 2023 | 16:12 WIB
Ilustrasi, Houthi Yaman makin intens jaga perairan Laut Merah, beberapa perusahaan kapal kontainer tunda pengiriman kargo ke daerah tersebut. (Pexels.com/Martin Damboldt)

"Kemudian kami akan memutuskan untuk periode setelahnya," tambah juru bicara itu.

Baca Juga: Abu Ubaidah Jubir Hamas Sampaikan Poin Penting Perkembangan Operasi Badai Al Aqsa, Nomor Empat Bikin Merinding!

Sementara itu, Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menembakkan rudal ke dua kapal, MSC Alanya dan MSC Palatium III. Pernyataan itu tidak menyebut Al Jasrah.

Juru bicara MSC mengatakan tidak ada serangan di Alanya.

Ketika ditanya tentang klaim Houthi atas serangan terhadap Palatium III, juru bicara tersebut tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Baca Juga: Juru Kamera Samer Abu Daqqa Jadi Korban Serangan Drone Israel di Khan Younis, Tambah Deretan Jurnalis Gugur di Palestina

Kelompok Houthi mengatakan kedua kapal tersebut sedang menuju ke Israel.

Namun, Alanya dan Palatium III sama-sama mencantumkan Jeddah di Arab Saudi sebagai tujuan mereka, menurut data dari penyedia pelacakan kapal dan analisis maritim MarineTraffic.

"Kami akan terus mencegah semua kapal menuju pelabuhan Israel sampai makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat kami di Jalur Gaza tersedia," bunyi pernyataan Houthi.

Baca Juga: Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya

"Kami menjamin semua kapal yang menuju ke semua pelabuhan di dunia selain pelabuhan Israel bahwa mereka tidak akan mengalami bahaya dan mereka harus tetap menggunakan alat identifikasi mereka," katanya.

Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang menguasai sebagian besar Yaman namun tidak diakui secara internasional, mengatakan bahwa mereka menargetkan pengiriman barang untuk menekan Israel selama serangannya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 18.700 orang dalam perang dua bulan melawan Hamas, yang menguasai daerah kantong tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini