500 Hari Lebih Perang Rusia Ukraina, PBB Catat 9.000 Warga Sipil Tewas, 500 di Antaranya Anak-anak

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 10 Juli 2023 | 08:02 WIB
Ilustrasi, Perang Rusia Ukraina telah memasuki hari ke 503, PBB catat 9000 warga sipil menjadi korban, 500 di antaranya adalah anak-anak. (Pixabay.com/Alexandra_Koch)
Ilustrasi, Perang Rusia Ukraina telah memasuki hari ke 503, PBB catat 9000 warga sipil menjadi korban, 500 di antaranya adalah anak-anak. (Pixabay.com/Alexandra_Koch)

Rusia secara teratur membombardir Ukraina dengan serangan udara, termasuk tembakan artileri dan rudal sembarangan yang sangat mematikan bagi warga sipil.

Baca Juga: Berita Duka, Ibu Jonas Rivano Meninggal Dunia, Berjuang Lawan Kanker Buli-buli

Rusia juga telah menyerang infrastruktur sipil dan jalur pasokan, merampas listrik dan air warga sipil.

Kota Bucha dan Mariupol menjadi buah bibir atas kekejaman Rusia tahun lalu, setelah laporan dan gambar pembantaian di sana mengejutkan dunia dan memicu tuduhan kejahatan perang dan bahkan genosida.

Pada hari Jumat, AS mengumumkan bahwa mereka akan memberikan pasukan Ukraina dengan munisi tandan, yang dikecam oleh kelompok hak asasi manusia karena bahaya yang ditimbulkan pada warga sipil dengan penggunaan senjata semacam itu.

Baca Juga: Tak Beritikad Baik, Tasyi Athasyia Dilaporkan Mantan Karyawan ke Polisi

Bom cluster melepaskan sejumlah besar bom di wilayah yang luas dan sifat bahan peledak yang tidak pandang bulu menghadirkan ancaman besar bagi warga sipil, baik selama konflik maupun lama setelahnya karena persentase bom yang gagal meledak.

Lebih dari 120 negara telah menandatangani Konvensi PBB 2008 tentang Munisi Tandan untuk melarang penggunaannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X