Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa Desak Vladimir Putin Hentikan Perang Rusia Ukraina, Ini Alasannya

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Minggu, 18 Juni 2023 | 14:32 WIB
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menekankan kepada Vladimir Putin bahwa Perang Rusia Ukraina berdampak negatif pada berbagai negara. (Kremlin.ru)
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menekankan kepada Vladimir Putin bahwa Perang Rusia Ukraina berdampak negatif pada berbagai negara. (Kremlin.ru)

Pemimpin Ukraina mengatakan setelah bertemu para pemimpin bahwa pembicaraan damai dengan Rusia hanya akan mungkin dilakukan setelah Moskow menarik pasukannya dari wilayah Ukraina yang diduduki.

Baca Juga: Survey IPO: Bukan Sandiaga, Dua Menteri Ini Bersaing Ketat dalam Bursa Cawapres 2024

"Kami datang untuk mendengarkan Anda dan melalui Anda untuk mendengar suara rakyat Rusia," kata Presiden Komoro Azali Assoumani, yang saat ini memimpin Uni Afrika, kepada Putin.

"Kami ingin mendorong Anda untuk melakukan negosiasi dengan Ukraina," jelasnya.

Negara-negara Afrika terbagi atas tanggapan mereka terhadap konflik tersebut, dengan beberapa memihak Ukraina, sementara yang lain tetap netral atau condong ke Moskow.

Baca Juga: Prediksi Dr Romantic 3 Episode Terakhir: Bukan Kim Sabu, Sosok Ini Bakal Hadapi Insiden Tragis di RS Doldam!

Selama pertemuan mereka dengan Zelenskyy, presiden Ukraina meminta para pemimpin Afrika mendorong Putin untuk membebaskan tahanan politik sebagai langkah membangun kepercayaan.

Dalam pertemuan itu, Putin juga memuji pendekatan negara-negara Afrika yang 'seimbang'.

"Kami menyambut pendekatan seimbang dari teman-teman Afrika terhadap krisis Ukraina," kata Putin kepada para pemimpin yang berkunjung.

Baca Juga: Hasil Rapimnas VI PPP, Sandiaga Uno Jadi Cawapres Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024

Putin mengatakan bahwa Rusia terbuka dengan dialog konstruktif dengan semua pihak yang menginginkan perdamaian.

"Kami terbuka untuk dialog konstruktif dengan semua orang yang menginginkan perdamaian berdasarkan prinsip saling menghormati kepentingan satu sama lain, serta keadilan," ungkapnya.

Pemimpin Rusia juga mengatakan ekspor biji-bijian Ukraina di bawah kesepakatan yang memastikan jalur aman melalui Laut Hitam tidak membantu menyelesaikan masalah Afrika dengan harga pangan global yang tinggi karena hanya 3 persen yang pergi ke negara-negara termiskin.

Baca Juga: Apa Hukum Makan Daging Kurban Sendiri? Berikut Penjelasannya

Putin mengatakan krisis pangan disebabkan oleh tindakan negara-negara Barat, bukan oleh apa yang disebut Rusia sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X