Baca Juga: Opini: Prahara di Mahkamah Agung
"Karena selama perang berlanjut dan AS terjepit di Eropa, AS memiliki kemampuan terbatas untuk fokus pada Asia Timur," ujarnya.
Menurut Mearsheimer, seharusnya AS membina hubungan baik dengan Rusia dan mengerahkan energinya ke Asia Timur.
Sayangnya, hal ini tidak dilakukan di Pemerintah Presiden Joe Biden.
"Apa yang seharusnya dilakukan AS saat ini adalah membina hubungan baik dengan Rusia dan mengerahkan kekuatan penuh ke Asia Timur," terangnya.
Baca Juga: Opini: Doa Sapu Jagad di Raudhah
Menurutnya, China adalah pesaing murni dan Rusia adalah negara terlemah dari tiga kekuatan besar.
"Karena China adalah pesaing murni sedangkan Rusia bukan. Rusia adalah yang terlemah dari tiga kekuatan besar," jelasnya.
Mearsheimer menambahkan bahwa kebijakan AS telah mendorong Rusia kepada China sehingga 'terjepit' di Eropa Timur.
"AS sebenarnya mendorong Rusia ke dalam pelukan Tiongkok dan ia terjepit di Eropa Timur," ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Manga One Piece Chapter 1083: Apakah Donquixote Doflamingo akan Muncul Kembali?
Dengan AS yang tidak terfokus pada Asia Timur, khususnya China, itu adalah kabar baik bagi Negeri Tirai Bambu.
"Dan itu adalah kabar baik bagi China. Sejauh ini, China adalah pemenang dalam perang ini," tandas John Mearsheimer.***
Artikel Terkait
Dokumen Rahasia Perang Rusia-Ukraina Diduga Bocor, Presiden Volodymyr Zelenskiy 'Buru-buru' Adakan Ini
Dokumen Perang Rusia - Ukraina Bocor di Media Sosial, AS 'Kalang Kabut' Cari Sumbernya
Jelang Serangan Balik Ukraina, Rusia Kirim Rudal ke Kota-kota Besar, Ini Tanggapan Presiden Zelensky
'Alasan Sebenarnya' Vladimir Putin Gelar Operasi Militer Khusus Dibongkar Pejabat Ukraina dan Rusia
Ukraina Diduga Kirim Drone ke Kremlin, Rusia Sebut Ada Percobaan Pembunuhan terhadap Vladimir Putin